Mengenal Ghost Kitchen, Keunggulan, dan Tips untuk Memulainya

3 min read

ghost kitchen

Perkembangan dunia digital memungkinkan siapa saja untuk memulai usaha dengan mudah. Ghost kitchen misalnya, usaha ini sangat cocok untuk kamu yang masih memiliki modal kecil karena tidak perlu menyewa tempat. Bahkan, kehadiran aplikasi pesan makanan online juga mendukung bisnis F&B ini.

Jika kamu masih baru mendengar istilah tersebut, maka wajib simak pembahasan artikel ini supaya mendapatkan gambaran dan pemahaman yang jelas. 

Pengertian Ghost Kitchen

Apabila mengartikan istilah ghost kitchen kedalam bahasa Indonesia, maka artinya adalah dapur hantu. Dinamakan dapur hantu lantaran usaha food and beverage (F&B) ini tidak memiliki restoran fisik. Konsumen dapat menikmati berbagai ragam sajian menu namun tidak bisa menikmatinya secara dine in di restoran tersebut.

Jadi, bisnis dapur hantu yaitu menjual makanan ataupun minuman secara online dan bisa memasaknya di dapur rumah. Konsumen yang ingin memesan dan mencoba menu, bisa memesan di restoran virtual yang sudah terdaftar dalam aplikasi.

Kamu sebagai pemilik dapur hantu juga bisa memasarkan menu tersebut menggunakan WhatsApp chat atau media sosial lainnya untuk menjangkau konsumen terdekat. Dengan demikian, konsumen terdekat tidak perlu order menggunakan aplikasi.

Sekilas Sejarah Ghost Kitchen

Fenomena baru dalam dunia F&B ini mulai muncul pada tahun 2015 di New York, Amerika Serikat. Hal ini bermula dari seorang jurnalis salah satu saluran TV Amerika yang melakukan observasi. 

Baca Juga:  17 Jenis Soto Asli Indonesia dengan Cita Rasa Khas

Jurnalis tersebut mendapatkan hasil observasi yakni banyak restoran yang tidak masuk ke dalam daftar database restoran, khususnya di New York.

Selanjutnya, sang jurnalis juga membagikan hasil observasinya melalui kanal TV tersebut. Mulai dari sinilah istilah ghost kitchen menjadi semakin familiar di kalangan masyarakat. Alasan kuat mengapa banyak yang menjalan dapur hantu di New York saat itu adalah karena perubahan ekonomi.

Faktor yang Mendorong Bisnis Ghost Kitchen

Pebisnis yang mengalami kendala dalam permodalan, tentu akan memilih membuka dapur hantu agar tetap bisa menjalankan bisnis F&B. Di bawah ini merupakan sejumlah faktor yang kerap dijadikan bahan pertimbangkan oleh para pengusaha F&B berkonsep dapur hantu:

1. Biaya Sewa Properti

Sudah menjadi rahasia umum bahwa harga properti terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Bukan hanya kenaikan pada biaya pembelian saja namun juga biaya sewa. Hal ini tentu menjadi kendala besar bagi pengusaha kecil yang ingin membuka restoran fisik. Mereka tidak memiliki cukup modal untuk menyewa bangunan restoran.

2. Fenomena Aplikasi Online

Ghost kitchen semakin menjamur seiring dengan munculnya berbagai macam aplikasi online yang memiliki fitur pesan makanan. Dengan demikian, konsumen bisa menikmati makanan di manapun mereka berada karena tidak harus datang langsung ke restoran.

Kehadiran aplikasi pesan makanan online juga memberikan perubahan terhadap perilaku konsumen. Konsumen bisa membeli makanan lebih hemat karena masing-masing aplikasi memiliki penawaran promo atau diskon menarik. Selain itu, mereka hanya perlu menunggu hingga pesanan tiba.

3. Muncul Pekerjaan Baru

Perkembangan teknologi juga banyak memberikan inovasi dalam dunia kerja sehingga muncul pekerjaan-pekerjaan baru. Alhasil, generasi muda pun mulai kurang melirik pekerjaan yang masih bersifat tradisional. 

4. Profit Margin Restoran Rendah

Faktor terakhir yang menjadi pertimbangan pebisnis lebih menyukai konsep dapur hantu yakni karena profit margin restoran fisik relatif rendah. Kondisi ini lantaran pemilik restoran perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk menyewa bangunan, membayar pajak, gaji karyawan, dan masih banyak lagi lainnya. 

Baca Juga:  8 Kreasi Olahan Kulit Lumpia, Cocok untuk Ide Bisnis!

Keunggulan Ghost Kitchen

Jika mulai tertarik untuk mengusung konsep usaha dapur hantu, kamu bisa simak beberapa keunggulan yang ditawarkan sebagai berikut:

1. Fleksibel

Mengingat konsep dapur hantu ini menjual makanan atau minuman secara online dan tidak menyediakan restoran dine in, maka tentu jauh lebih fleksibel daripada restoran fisik. Hal ini memungkinkanmu untuk membuat sajian menu yang berbeda-beda sehingga bisa mengatasi kebosanan konsumen.

Fleksibel dalam menyajikan menu juga memungkinkan konsumen untuk mengeksplor semua makanan dan minuman yang kamu tawarkan.

2. Memangkas Biaya Operasional

Pemilik restoran konvensional umumnya akan mengeluarkan biaya operasional relatif besar. Namun, pengusaha ghost kitchen bisa memangkas biaya operasional tersebut sehingga lebih hemat dan mempunyai potensi meraup profit margin yang tinggi.

Apabila kamu mendaftarkan restoranmu di beberapa platform pesan makanan online, maka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya kurir. Selain itu, kamu juga tidak memerlukan banyak tenaga kerja untuk membantu memasak dan menyajikan menu.

3. Menjangkau Konsumen Lebih Luas

Menjajakan makanan menggunakan aplikasi online dapat menjangkau konsumen lebih luas. Dengan demikian, konsumen yang membeli makananmu tidak hanya konsumen sekitar rumah saja. Konsumen yang lokasinya beberapa kilometer tetap bisa menikmati makanan tersebut dengan memesannya secara online.

4. Andalan Masyarakat Modern

Usaha ghost kitchen sangat menjanjikan di zaman modern seperti saat ini. Hal ini lantaran masyarakat dituntut untuk serba cepat sehingga akan lebih menyukai sesuatu yang instan. Banyak masyarakat modern yang mulai mengandalkan pesan makanan secara online untuk di makan bersama dengan keluarga.

Selain itu, para karyawan juga mulai mengandalkan pesan makanan online sehingga tidak perlu bingung lagi ketika makan siang. Mereka juga bisa menghemat waktu untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk.

5. Menyajikan Bahan Baku Berkualitas

Mengingat dapur hantu merupakan solusi bisnis untuk pengusaha modal kecil, maka skalanya pun cenderung kecil atau menengah. Biasanya, pengelola dapur hantu akan menyediakan bahan baku sesuai rata-rata pesanan harian. 

Baca Juga:  Papeda Makanan Khas Papua yang Terbuat dari Sagu!

Alhasil, bahan baku tersebut akan selalu baru sehingga menyajikan menu dengan bahan baku segar dan berkualitas. Selain itu, dapur hantu juga lebih bersih karena di masak di dapur rumah. 

Tips Memulai Bisnis Ghost Kitchen

Supaya usaha dapur hantu yang kamu geluti banjir orderan dan cepat meraup untung, silakan terapkan beberapa tips berikut ini:

1. Membuat Katalog Menu Online

Untuk menarik perhatian calon konsumen, buatlah katalog menu online dengan tampilan menarik. Pastikan menggunakan teknik fotografi dalam mengambil gambar sehingga tampilan makanan semakin menggiurkan.

Tambahkan pula logo restoranmu agar menguatkan branding. Lengkapi katalog menu dengan varian harga dan deskripsi masing-masing menu.

2. Gunakan Kemasan yang Baik

Supaya makanan sampai dalam kondisi baik hingga ke tangan konsumen, pastikan memiliki jenis kemasan yang baik sesuai menu. Hal ini untuk menghindari risiko tumpah selama perjalanan lantaran konsumen memesan secara online.

3. Cara Pesan yang Mudah

Kamu bisa mendaftarkan restoran di berbagai platform pesan makanan online sehingga memudahkan konsumen untuk memesannya. Selain itu, menggunakan lebih dari satu platform juga membuka peluang lebih besar dalam meningkatkan penjualan.

4. Lokasi Dapur Strategis

Meskipun tidak perlu menyiapkan restoran untuk dine in namun kamu juga perlu memilih lokasi dapur masak yang strategis. Alhasil, kurir yang akan menjemput pesanan bisa meraih lokasi dengan mudah.

Siap Segera Menjalankan Ghost Kitchen?

Sudah jelas dengan pembahasan ghost kitchen di atas? Supaya menu yang kamu tawarkan mendapat sambutan hangat dari konsumen, pastikan menyajikan menu yang banyak diminati masyarakat. Yuk, segera mulai dan siap-siap mendapat untung besar!

GRATIS, DAPATKAN ARTIKEL TERBAIK UNTUK WUJUDKAN BISNIS IMPIANMU.
DAFTAR SEKARANG!
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.