7 Tantangan yang Biasa Dihadapi Saat Mengembangkan Bisnis Kuliner

4 min read

7 Tantangan Bisnis Kuliner

Dalam proses pengembangannya, setiap pelaku usaha F&B tentu akan menghadapi beragam tantangan bisnis kuliner yang menanti di depan mata. Sejatinya, tantangan merupakan kesempatan untuk berkembang. 

Namun, tantangan akan berubah menjadi batu sandungan jika pelaku bisnis kurang lihai dalam menghadapinya. Apalagi produk yang ditawarkan pada banyak jenis usaha F&B cenderung sama persis dan memicu persaingan bisnis. 

Oleh sebab itu, setiap pemilik usaha F&B perlu menyusun rencana dan persiapan yang matang agar bisa maju dan berkembang.

Tantangan Bisnis Kuliner yang Sering Muncul

Tantangan bukanlah penghalang untuk melangkah ke arah kemajuan. Justru, tantangan adalah kesempatan untuk belajar agar setiap insan bisa merasakan kesempatan dalam upaya meraih kesuksesan.

Agar bisa menghadapi rintangan bisnis dengan baik, ketahui dan pahami tantangan-tantangan dalam bisnis kuliner berikut ini.

1. Menemukan Target Pasar

Salah satu faktor esensial dalam meraih kesuksesan bisnis F&B adalah pelanggan. Untuk itu, pemilik bisnis sudah semestinya tahu cara menarik pelanggan dengan efektif agar kelangsungan bisnisnya tetap eksis.

Hal penting yang perlu mereka lakukan untuk bisa menarik pelanggan tersebut adalah dengan menemukan target pasar yang tepat. Memperoleh target market yang sesuai merupakan salah satu tantangan bisnis kuliner yang sering menimpa setiap pengusaha F&B.

Dalam upayanya, mencari target pasar yang sesuai memang tidak semudah kelihatannya. Apalagi, para pemilik usaha kuliner masih sering terjebak dalam model bisnis konvensional dan sudah ketinggalan zaman.

Zaman sekarang, kita sudah memasuki era kecanggihan digital dan setiap orang sudah memiliki produk-produk teknologi canggih seperti smartphone

Para pengusaha F&B perlu bisa memanfaatkan era transformasi digital saat ini untuk membangun brand awareness dan menemukan target market yang diinginkan.  

Melalui perangkat smartphone, pemilik bisnis sudah bisa melihat, meninjau, dan menemukan data target market yang tepat dengan mudah. Kamu bisa mencoba menerapkan strategi digital marketing untuk mempromosikan bisnismu kepada masyarakat.

2. Keuangan Bisnis Kurang Memadai

Tantangan bisnis kuliner selanjutnya adalah kondisi keuangan usaha yang kurang memadai. Hal ini menjadi salah satu masalah yang sering menimpa setiap pengusaha F&B khususnya bagi mereka yang baru merintis usaha tersebut.

Baca Juga:  Tips Menghasilkan Foto Produk Makanan Eye Catching dari HP

Dalam proses pembangunan usaha, setiap pelaku bisnis tentu akan mempersiapkan modal usaha yang cukup untuk merintis bisnis kuliner tersebut. 

Meski begitu, masih banyak dari mereka yang lupa untuk mempersiapkan aspek keuangan lain untuk mempertahankan kelangsungan bisnis yang sudah terlanjur dirintis.

Selain mempersiapkan modal, pelaku usaha F&B juga perlu menyiapkan uang cadangan bisnis untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan tak terduga di masa mendatang. Salah satu contoh kemungkinan tersebut adalah terjadinya kerugian penjualan.

Dalam satu waktu, setiap kegiatan usaha akan menghadapi tantangan bisnis kuliner yakni tidak berhasil mencapai target penjualan dalam jangka waktu tertentu.

Misalnya setelah kamu berhasil membuka restoran baru, umumnya jumlah pengunjung yang hadir masih belum seberapa. 

Hal ini tentu akan berpengaruh pada pendapatan bisnis dan kelangsungan usaha itu sendiri. Belum lagi kamu harus menanggung kewajiban untuk membayar setumpuk tagihan, gaji karyawan, dan biaya-biaya lainnya. 

Agar bisnis kuliner tersebut tetap berjalan dengan lancar, alokasi dana cadangan tersebut untuk meng-cover pengeluaran-pengeluaran bisnis untuk sementara waktu. Sampai kapan? Sampai bisnis kuliner kamu berhasil melampaui target penjualan dan keuntungan tertentu.

Jadi bagi kamu yang berencana merintis usaha kuliner baru, persiapkan rencana keuangan bisnis dengan matang untuk beberapa waktu kedepan. 

Selain modal, kamu juga perlu mempersiapkan dana cadangan untuk menutup kemungkinan kerugian yang bisa terjadi di awal pembukaan bisnis F&B. Setidaknya, siapkan dana cadangan usaha untuk 12 bulan pertama setelah membuka bisnis kuliner tersebut.

3. Pengelolaan Karyawan

Tantangan bisnis kuliner yang sering muncul selanjutnya adalah pengelolaan karyawan restoran. Setiap pelaku usaha tidak boleh menganggap remeh permasalahan tersebut karena karyawanlah yang akan melayani pelanggan secara langsung.

Pelanggan adalah raja, mereka perlu dilayani dengan sebaik-baiknya demi membangun kesan dan citra usaha yang positif di bagi para customer.

Setiap karyawan memiliki tanggung jawab yang setara dalam mendukung jalannya operasional bisnis dengan baik sesuai aturan dan harapan pemilik usaha. Padahal kompetensi dan karakter karyawan tersebut belum tentu sama.

Untuk menjawab tantangan bisnis kuliner tersebut, pengusaha F&B perlu menjalankan upaya pengelolaan karyawan yang efektif demi membangun kesuksesan bisnis kuliner itu sendiri.

Salah satu bentuk pengelolaan karyawan yang baik adalah dengan memberikan pelatihan atau fasilitas yang dapat mendukung kinerja staf agar bisa memenuhi target dan harapan pemilik usaha.

Baca Juga:  Rekomendasi Restoran Claypot Rice Jakarta, Lezat dan Otentik!

4. Penyediaan Menu dan Produk

Untuk membangun dan mempertahankan brand bisnis kuliner, setiap pengusaha F&B perlu memiliki opsi menu dan produk kuliner yang unik, tidak monoton, dan lain daripada yang lain.

Upaya menciptakan menu yang seperti ini memang menjadi tantangan bisnis kuliner tersendiri. Hal ini karena pelaku usaha harus bisa menyajikan keunikan hidangan yang selaras dengan selera para pelanggan.

Untuk mewujudkan inovasi penyediaan menu yang unik dan cocok dengan selera masyarakat adalah satu hal yang cukup menantang bagi jenis usaha F&B skala kecil, menengah, maupun besar. 

Namun jika kamu berhasil merealisasikan inovasi tersebut, banyak pelanggan tentu akan merasa lebih puas dan lebih mungkin untuk kembali. 

Bahkan, besar kemungkinan para pelanggan akan merekomendasikan bisnis kuliner tersebut kepada rekan-rekan mereka. Menarik bukan!

Untuk itu, tinjau dan evaluasi kembali penyediaan menu dan produk bisnis kuliner kamu agar sesuai dengan ekspektasi customer. Kamu juga bisa melakukan beberapa inovasi penambahan atau pengubahan resep masakan sesuai hasil evaluasi tersebut.

5. Pelayanan Terhadap Pelanggan Bisnis

Setiap bisnis kuliner tentu memiliki strategi pelayanan masing-masing sesuai dengan persona dan habit para pelanggannya. Oleh sebab itu, penentuan strategi pelayanan yang tepat untuk setiap pelanggan kerap menjadi tantangan bisnis kuliner tersendiri bagi setiap pemilik usaha F&B.

Selain itu, pelaku bisnis juga perlu meningkatkan dan mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan agar mereka mau kembali lagi menikmati produk bisnis tersebut. 

Beberapa contoh upaya pelayanan yang bisa diterapkan antara lain:

  • Menyambut pelanggan dengan ramah
  • Dapat memenuhi setiap keinginan, kenyamanan, dan kebutuhan para pelanggan
  • Tidak membuat pelanggan menunggu
  • Mengatur pesanan meja dengan terstruktur
  • Menjaga profesionalitas diri di depan pelanggan

Intinya, berusahalah untuk selalu melayani pelanggan secara maksimal untuk membangun reputasi bisnis yang positif.

6. Menjalankan Teknik Pemasaran Bisnis yang Efektif

Salah satu cara membangun brand usaha dan meningkatkan jumlah pendapatan bisnis adalah dengan teknik pemasaran yang efektif. Masalahnya, upaya penentuan strategi pemasaran yang tepat seringkali jadi tantangan bisnis kuliner tersendiri yang cukup sulit untuk ditangani.

Meski sulit, tantangan tersebut akan berbuah menjadi kesempatan yang prospektif untuk menumbuhkan bisnis kuliner kamu. Kamu perlu melakukan evaluasi teknik pemasaran lama dan memperbaikinya dengan strategi marketing yang baru.

Baca Juga:  Inovasi Bisnis Makanan dan Minuman yang Perlu Dilakukan

Kamu bisa mengoptimalkan teknik marketing lama yang efektif agar bisa lebih memberikan kontribusi positif.

Kamu juga perlu mempertimbangkan penghapusan atau penggantian teknik pemasaran yang kurang efektif, dengan model pemasaran yang baru. 

Tentukan juga dampak dan resources yang dibutuhkan untuk menjalankan model pemasaran baru tersebut secara cermat dan terperinci. Jangan sampai inovasi marketing tersebut malah berujung pada kesia-siaan dan menurunkan profit usaha kamu.

7. Menentukan Identitas Bisnis Kuliner

Salah satu tantangan bisnis kuliner yang cukup berpengaruh bagi kelangsungan usaha tersebut adalah menetapkan identitas bisnis yang khas. 

Pelaku bisnis dapat menciptakan identitas usaha yang unik melalui berbagai cara dan upaya seperti penyediaan menu yang unik, desain interior restoran yang estetik, pelayanan eksklusif, teknik pemasaran yang ikonik, dan lain sebagainya.

Pengusaha F&B dapat menuangkan keunikan dan kreativitas secara maksimal agar citra bisnis tersebut dapat menggaungkan kesan positif yang khas dan tidak pernah ada di bisnis kuliner manapun.

Sudah Siap Menghadapi Tantangan Bisnis Kuliner?

Tantangan bisnis kuliner adalah hal lumrah yang bisa menimpa siapa saja. Kamu tidak mungkin bisa menghindar dari tantangan tersebut selama menjalani proses pengembangan bisnis ke arah yang lebih baik.

Daripada menghindar, anggap saja tantangan tersebut sebagai kesempatan berharga yang dapat mengantarkan bisnis kuliner kamu kepada kesuksesan yang lebih cerah. Ambil sisi terang dalam setiap halang rintang yang menghadang!

Dapatkan berbagai tips bisnis kuliner yang bisa kamu terapkan untuk bisnismu hanya di fnbpreneur.id.

GRATIS, DAPATKAN ARTIKEL TERBAIK UNTUK WUJUDKAN BISNIS IMPIANMU.
DAFTAR SEKARANG!
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.