12 Jenis Gula Beserta Manfaatnya Untuk Bisnis Minuman

3 min read

Jenis Gula Beserta Manfaatnya untuk Bisnis Minuman

Gula yang identik dengan citarasa manis nyatanya mempunyai berbagai jenis dan beragam manfaat. Baik untuk kesehatan tubuh maupun bagi bisnis minuman milik kamu. Karena tidak semua minuman cocok dengan gula tertentu.

Selain itu, gula juga mempunyai rasa dan tekstur yang berbeda-beda antara satu dan lainnya. Ada yang sangat manis dan ada juga yang memiliki kadar rasa manis tidak begitu kuat. Simak info selengkapnya tentang gula di bawah ini!

Jenis Gula dan Kegunaannya

Berikut ini jenis-jenis gula beserta kegunaannya masing-masing:

1. Gula Pasir

Gula yang paling sering kamu temui di pasaran ini terbuat dari tanaman tebu. Tekstur butirannya berukuran kecil, tetapi sedikit kasar. Ada dua jenis warna gula pasir, yakni sedikit kecoklatan dan putih terang. 

Gula pasir adalah gula dengan fungsi yang beragam. Manfaat utama gula pasir, yaitu sebagai sumber energi untuk tubuh. Kamu bisa menggunakannya untuk pemanis berbagai jenis minuman, penambah rasa untuk kue atau makanan lainnya. Selain itu, juga bisa membantu fermentasi makanan dan meningkatkan masa simpan pada makanan kemasan.

2. Brown Sugar

Gula coklat atau brown sugar berasal dari olahan gula pasir dengan campuran seri tebu atau molase. Teksturnya sangat kental dan berwarna coklat gelap. Gula yang satu ini mempunyai rasa yang legit dan aroma karamel yang khas. 

Teksturnya mirip dengan gula pasir dengan aroma karamel yang menggugah selera. Gula ini mengandung kalium, zat besi, vitamin B, kalsium, dan magnesium. Kamu bisa menggunakan gula ini untuk minuman teh atau kopi hangat serta adonan cookies.

Baca Juga:  10 Minuman Khas Nusa Tenggara yang Wajib Dicoba

3. Gula Merah

Gula jawa atau gula merah adalah salah satu bahan pemanis tradisional yang cukup populer di Indonesia. Jenis gula ini berasal dari rebusan air buah aren atau air nira dengan warna kecoklatan.

Teksturnya lebih padat dan lebih keras daripada gula lainnya. Bentuknya cukup beragam, yaitu bulat pipih atau silinder berwarna coklat cerah. Gula ini cocok sebagai penawar rasa pahit saat mengonsumsi minuman jamu atau bahan utama untuk mengolah dodol.

Rasanya tidak terlalu manis daripada gula pasir. Penggunaan gula ini juga bisa untuk bahan isian klepon atau bahan utama olahan saus manis untuk hidangan lupis. Gula ini juga sangat cocok untuk olahan minuman kopi kekinian yang sedang populer.

Indeks glikemik gula merah lebih rendah dari gula pasir. Sehingga bermanfaat dalam menjaga keseimpangan kadar gula darah. Selain itu, kandungan inulinnya bisa mengendalikan bakteri pada usus supaya kesehatan pencernaan tetap terjaga.

4. Gula Jelly

Gula yang mempunyai bentuk seperti permen ini mempunyai rasa manis yang pas. Terbuat dari larutan gula dengan warna kuning yang dimasak sampai berbentuk jelly dan bertekstur kental. Gula ini umumnya sebagai bahan campuran untuk adonan buttercream.

5. Gula Kastor

Gula yang satu ini berasal dari tumbukan gula pasir yang bertekstur sangat halus. Caranya memasukkan gula pasir pada wadah, kemudian menghaluskannya dengan ulekan. Kemudian, ayak hasil tumbukan tersebut supaya tidak ada gula yang masih menggumpal. Penggunaan gula kastor umumnya sebagai bahan campuran whipped cream atau icing.

6. Gula Batu

Jenis gula ini berbentuk seperti batu kristal berukuran sedang dan memiliki warna yang bening. Berasal dari rebusan air bersama larutan air tebu. Gula batu mempunyai rasa yang tidak semanis gula pasir, namun rasanya lebih legit. 

Baca Juga:  9 Merk Alat Masak yang Bagus dan Aman Bagi Kesehatan

Tekstur gula sangat keras dan sulit larut pada air. Penggunaan gula ini biasanya untuk bahan campuran berbagai olahan minuman tradisional atau bisa juga kamu konsumsi langsung. Biasanya untuk menghilangkan rasa pahit akibat minum jamu. Gula batu bermanfaat sebagai sumber energi karena memiliki kandungan karbohidrat yang lebih mudah dicerna oleh tubuh.

7. Gula Jagung

Nama lain dari gula jagung adalah corn syrup yang mempunyai citarasa manis khas. Gula ini terbuat dari rebusan air dan pati jagung. Tekstur gula kental menyerupai agar-agar. Penggunaan gula ini umumnya untuk bahan tambahan pada adonan biskuit, dessert, atau kue. 

Cocok juga untuk bahan pemanis minuman bagi kamu yang menderita penyakit diabetes. Karena kadar kalorinya relatif lebih rendah jika kamu bandingkan dengan gula pasir.

Gula ini juga berperan sebagai pemanis non-nutritif yang mempunyai kadar kemanisan cukup rendah. Oleh sebab itu, bisa mengontrol kadar glukosa pada darah. Gula pati-patian ini ada juga dalam bentuk cair, namanya HFS atau High Fructose Syrup.

8. Gula Halus

Gula halus adalah gula yang berasal dari gula pasir yang ditumbuk hingga benar-benar halus. Kemudian, mencampurnya dengan tepung jagung agar gula tidak mudah menggumpal. Penggunaan gula halus umumnya sebagai hiasan atau bahan pemanis untuk minuman, kue putri salju, atau donat.

9. Guka Kristal

Jenis gula ini cara pengolahannya menggunakan teknik khusus. Sehingga mempunyai tekstur yang lebih kasar dan bentuknya seperti gula pasir. Gula kristal juga mempunyai sifat mempertahankan bentuknya atau tidak mudah meleleh ketika kamu memanaskannya.

Oleh sebab itu, penggunaan gula kristal lebih cocok untuk taburan cookies atau berbagai aneka kue. Gula ini juga sering sebagai bahan campuran pewarna makanan supaya tampilannya lebih cantik.

Baca Juga:  12 Karakter yang Harus Dimiliki Karyawan dalam Bisnis Makanan

10. Gula Cair

Nama lain dari gula cair adalah simple syrup. Terbuat dari campuran air dan gula pasir dengan perbandingan 1:1. Meskipun begitu, gula cair kemasan juga banyak tersedia di pasaran. Tidak hanya gula cair yang berasal dari tebu, ada juga sirup jagung yang umumnya sebagai bahan pemanis untuk minuman berkalori tinggi.

11. Gula Kelapa

Gula ini mempunyai warna coklat tua yang berasal dari getah pohon kelapa. Indeks glikemik dari gula kelapa cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan gula pasir. Sehingga relatif lebih baik bagi kesehatan tubuh.

Meskipun tidak secara cepat untuk meningkatkan gula darah, total kalorinya tetap sama. Sehingga, penggunaannya perlu kamu perhatikan. Gula kelapa juga memiliki citarasa yang legit dan umumnya sebagai bahan adonan beraneka kue tradisional.

12. Gula Palem

Jenis gula ini berasal dari nira pohon palem dengan proses kristalisasi sampai berbentuk seperti gula pasir. Namun, ukurannya lebih kecil dan bertekstur lebih kasar. Gula palem merupakan sumber mineral dan vitamin yang lebih baik dibandingkan gula lainnya. 

Gula yang satu ini mengandung antioksidan yang tinggi dan bermanfaat dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Cocok bagi kamu yang mempunyai bisnis minuman sehat.

Sesuaikan Jenis Gula dengan Bisnis Minuman Kamu

Itulah tadi 12 jenis gula yang memiliki manfaat yang berbeda-beda untuk bisnis minuman kamu. Sebaiknya, kamu memilih varian gula yang sesuai dengan bentuk minuman yang kamu jual.

Supaya rasanya lebih nikmat dan memiliki ciri khas tersendiri. Pelanggan pun tidak akan ragu untuk kembali membeli produk minuman kamu, karena memiliki kualitas rasa yang baik.

Temukan berbagai rekomendasi maupun tips bisnis minuman kekinian untuk mengembangkan bisnis FnB kamu hanya di fnbpreneur.id.