10 Cara Penyajian Makanan Tradisional Khas Indonesia

5 min read

cara penyajian makanan tradisional

Indonesia terkenal sebagai negara yang kaya akan beragam budaya, bahasa, agama, tradisi, dan tak terkecuali soal kulinernya. Kuliner Indonesia jadi salah satu favorit banyak kalangan bahkan terkenal sampai mancanegara karena rasanya yang lezat, khas, serta memiliki cara penyajian makanan tradisional yang unik.

Masakan nusantara biasanya dihidangkan menggunakan berbagai cara seperti membungkusnya dengan dedaunan atau bambu. Meski beralaskan dedaunan yang cukup terbilang aneh, namun aroma dan rasa makanannya tidak berubah, malah semakin enak dan nikmat. 

Ada banyak lagi cara menghidangkan makanan khas nusantara. Penasaran? Yuk cari tahu apa saja!

Cara Penyajian Makanan Tradisional Khas Indonesia

Di bawah ini adalah keunikan penyajian makanan di Indonesia yang harus kamu ketahui. Berikut penjelasannya.

1. Cara Penyajian Makanan Tradisional Menggunakan Daun

Masyarakat pedesaan sangat familiar dengan hidangan makanan beralaskan daun. Biasanya mereka menggunakan daun sebagai pengganti piring pada masakan mereka seperti nasi pecel, nasi urap-urap, bahkan tak jarang nasi bakar pun alasnya memakai daun.

Daun yang mereka pakai biasanya daun pisang, daun jati, atau daun teratai. Cara menghidangkannya pun mudah. Cukup letakkan nasi beserta lauk pauk di atas daun yang sudah siap pakai, lalu kamu boleh menjadikannya sebagai bungkusan nasi atau hanya sebagai pengganti piring.

Makan pakai alas daun jauh lebih nikmat daripada pakai alas piring seperti biasanya. Apalagi jika menunya nasi bakar, aroma daunnya yang khas membuat selera makan menjadi bertambah.

2. Cara Penyajian dalam Bambu

Masak dan menyajikan makanan dalam bambu sudah menjadi ciri khas kuliner nusantara yang banyak peminatnya. Bambu menjadi media untuk membakar dan memanggang makanan yang sekaligus menjadi tempat menyajikan makanannya. 

Kamu bisa menemukan kuliner dalam bambu ini jika berjalan-jalan ke daerah Toraja, Palu, atau Manado. Menu yang bisa kamu temukan adalah nasi jaha, ayam bakar bambu, pa’piong, dan lain sebagainya.

3. Cara Penyajian Makanan Tradisional dengan Piring Bersusun

Cara penyajian makanan tradisional seperti ini sangat familiar bagi kamu yang sering melihat restoran Padang. Rumah makan Padang memperlihatkan menu masakannya pada sebuah etalase kaca yang di dalamnya terdapat piring tersusun rapi dan menjulang ke atas.

Kamu bisa memilih sendiri lauk pauk yang kamu inginkan. Porsi makanannya pun terkadang banyak. Menunya sangat cocok bagi pecinta kuliner nusantara, sebab rasa bumbu rempahnya cenderung kuat dan tetap nikmat.

Baca Juga:  9 Makanan dari Jagung yang Sangat Disukai Masyarakat Indonesia

4. Tumpeng

Makanan tumpeng termasuk salah satu tradisi masyarakat Indonesia jika ada syukuran atau hajatan. Nasi tumpeng terbuat dari nasi kuning berbentuk kerucut dengan hiasan berbagai macam lauk pauk seperti ayam goreng atau panggang, kering tempe, oseng-oseng, dan lain sebagainya.

Cara penyajian makanan tradisional tumpeng tentu diperuntukkan bagi orang banyak. Jadi, tradisi menyantap nasi tumpeng menjadi hal yang menarik dan menyenangkan karena makan beramai-ramai.

5. Liwetan Memanjang

Cara penyajian makanan tradisional ini secara umum mempunyai konsep yang sama dengan nasi tumpeng. Bedanya, nasi liwetan tidak berbentuk kerucut melainkan berbentuk panjang beralaskan daun pisang. 

Nasi serta seluruh lauk pauknya tertata rapi memanjang lalu cara makannya pun beramai-ramai. Biasanya, keberadaan nasi liwet ini hampir selalu ada saat syukuran kecil atau hanya ingin makan bersama-sama dengan keluarga maupun teman-teman.

6. Cara Penyajian Makanan Tradisional Manatiang Piriang

Konsep penyajian makanan unik ini lagi-lagi berasal dari Padang. Rumah makan Padang tidak hanya memiliki keunikan berupa makanan berjajar tinggi dalam etalase, namun juga atraksi pelayannya yang menakjubkan.

Pelayan rumah makan Padang membawa makanan dengan menyusun beberapa piring hingga menjulang tinggi tanpa terjatuh. Tak perlu takut piringnya akan pecah, pelayan rumah makan Padang memiliki kemampuan khusus membawa banyak piring dalam sekali jalan hingga meletakkannya di atas meja dengan tangan sendiri.

Cara penyajian makanan tradisional ini terbilang unik dan hanya bisa kamu temukan pada rumah makan Padang. 

7. Menggunakan Cekungan Buah Nanas

Cara penyajian ini biasa masyarakat jumpai dalam sajian nasi goreng nanas. Maksud dari nasi goreng nanas ini bukanlah nasi goreng yang terbuat dari bahan nanas, melainkan nasi goreng yang cara menghidangkannya menggunakan nanas sebagai pengganti piring atau tempat saji.

Nanas yang sudah berbentuk cekungan seperti wadah nantinya akan berisi nasi goreng. Rasa nasi goreng wadah nanas ini sangat nikmat karena cita rasa dari buah nanasnya bersatu padu dengan bumbu nasi goreng yang lezat.

Sebenarnya cara penyajian makanan tradisional ini merupakan ciri khas Thailand. Namun ada banyak restoran Indonesia yang memakai nanas untuk menyajikan nasi gorengnya. Jadi, kamu tidak perlu jauh-jauh ke Thailand untuk menikmati seporsi nasi goreng ini.

8. Angkringan

Cara penyajian makanan tradisional unik dari Indonesia lainnya adalah angkringan. Angkringan ini memang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tapi sekarang sudah banyak daerah yang punya angkringan. 

Konsep angkringan ini seperti prasmanan restoran. Bedanya, angkringan pinggir jalan ini menggunakan gerobak untuk berjualan. Menu makanannya pun beragam dan sederhana. Ada menu nasi bungkus, gorengan, sate telur puyuh, sate kerang, sate usus, dan berbagai jenis makanan serta minuman lainnya.

Baca Juga:  7 Makanan yang Mengandung Serat dan Protein Tinggi 

Harga menu makanan angkringan ini relatif terjangkau dan sangat murah. Kamu sudah bisa menikmati nasi kucing dengan harga sekitar Rp.3 ribu sampai Rp4 ribu saja. Jika kamu ingin tambah menu lain seperti sate-satean, cukup keluarkan uang sebesar Rp3-5 ribu saja.

Angkringan hanya buka pada sore atau malam hari. Kalau kamu seorang traveler atau sering lapar tengah malam, kamu bisa mengunjungi angkringan untuk mengisi perut, beristirahat, atau berbincang dengan teman-teman alias nongkrong.

9. Prasmanan

Cara penyajian makanan tradisional prasmanan sudah familiar bagi masyarakat Indonesia. Makanan prasmanan bisa kamu temui saat ada acara keluarga, acara pernikahan, acara kantor, atau jenis hajatan yang lain.

Prasmanan bukanlah datang dari Indonesia, melainkan sudah ada sejak zaman masa penjajahan Perancis dan termasuk kebiasaan orang Perancis dalam menghidangkan makanan.

Berawal dari masa Gubernur Herman Willem Daendels yang sering menghidangkan makanan untuk menyambut tamu-tamunya dengan cara menaruh banyak makanan pada meja makan. Nah, dari situlah prasmanan familiar bagi masyarakat Indonesia.

Konsep prasmanan sama seperti angkringan, hanya saja menu makanannya lebih bervariasi dan berkelas. Tentu harga prasmanan lebih mahal daripada harga makanan angkringan pinggir jalan.

Kamu bisa memilih sendiri menu makanan yang kamu sukai saat mengambil makanan prasmanan. Ambil secukupnya sesuai kebutuhanmu agar makanan tidak terbuang sia-sia.

10. Cara Penyajian Makanan Tradisional Bancakan

Bancakan merupakan istilah Bahasa Jawa yang berarti makan ramai-ramai saat acara syukuran atau selamatan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan bancakan sebagai syukuran, kenduri atau hidangan untuk acara selamatan. 

Makan bancakan bagi orang Jawa punya kesan tersendiri. Selain porsinya besar dan menunya yang bermacam-macam (nasi, urap-urap, sayur, ayam, ikan asin, tahu dan tempe), makan bancakan juga memberikan kehangatan dan kebersamaan karena cara makannya bersama-sama dengan orang terdekat.

Makan bancakan juga bernilai berkah karena dalam pelaksanaannya, semua orang yang terlibat akan memanjatkan doa untuk orang yang punya hajat, lalu makan secara bersama-sama.

Konsep bancakan, liwetan (nasi liwet), ataupun tumpeng mempunyai kemiripan. Perbedaannya hanya terletak pada penyajian saja, tetapi tujuan dan pelaksanaan tetap sama, yaitu untuk syukuran dan makannya pun beramai-ramai.

Cara Penyajian Makanan Tradisional Punya Banyak Manfaat

Mungkin kamu merasa penasaran mengapa begitu penting memperhatikan cara penyajian makanan tradisional. Ini karena cara menghidangkan makanan yang menarik akan membuat selera makan menjadi bertambah.

Selain itu, menyajikan makanan dengan tepat dan menarik bisa membuat penikmatnya nyaman. Misalnya pada nasi liwet yang memang untuk porsi banyak orang, maka bentuk nasi liwet yang memanjang akan memudahkan orang lain untuk menyantapnya.

Nasi tumpeng untuk porsi besar cara makanya tidak langsung pada wadah yang bulat itu. Namun, ujung tumpeng dipotong terlebih dahulu untuk membuka acara, lalu membagikan bagian lainnya pada semua orang. Entah itu cara membagikannya menggunakan wadah piring atau beralaskan daun.

Baca Juga:  11 Ide Desain Cafe Minimalis yang Unik dan Instagramable

Pada makanan yang menggunakan alas daun, selain agar makanannya terasa begitu nikmat, juga membuat penikmatnya tidak perlu repot-repot mempersiapkan banyak piring sebagai wadah nasi.

Cukup siapkan daun pisang atau jati, bersihkan bagian atasnya lalu siap jadi wadah makanan super praktis. 

Tidak usah takut cita rasa makanan akan seperti tanah atau daun mentah. Cara pengolahan dan pembersihan yang tepat justru akan membuat makanan yang kamu santap jadi terasa lebih lezat. 

Nilai Estetika pada Setiap Cara Penyajian Makanan Tradisional

Setiap cara penyajian makanan memiliki nilai estetikanya masing-masing. Tumpeng, nasi liwet, dan nasi bancakan mempunyai ciri khas porsi besar untuk banyak orang serta cara penataannya yang indah.

Nasi beserta lauk pauknya tersusun begitu rapi, terkadang juga mempunyai bentuk yang menarik seperti mentimun dan cabai berbentuk bunga, atau bentuk nasi kerucutnya yang seperti kue ulang tahun bertingkat.

Selanjutnya, nilai estetika makanan Padang terletak pada ciri khas piring bersusun pada sebuah etalase atau kemampuan pelayannya yang unik saat membawakan makanan pada konsumen. Itu semua menjadi daya tarik tersendiri agar konsumen tertarik mencicipinya.

Nilai estetika yang unik inilah yang membuat kuliner Indonesia terkenal sampai mancanegara. Tak jarang banyak orang asing yang memuji keindahan dan kelezatan masakan nusantara, sebab mereka tidak menemukan keunikan itu pada negara lain.

Tidak perlu aneh-aneh dan nyeleneh dalam menyajikan makanan. Alih-alih membuat selera makan naik dan meningkatkan nilai jual, yang ada malah menyulitkan konsumen ketika memakannya. Ini menyebabkan daya tarik makanan menjadi berkurang dan nilai jualnya menjadi turun.

Menarik Bukan Cara Penyajian Makanan Tradisional Nusantara?

Itulah beragam tradisi menyajikan makanan ala Nusantara yang unik dan khas. Kamu bisa menemukan cara tersebut jika berkunjung ke daerah Padang, Jawa, Toraja, Palu, Manado, dan lain sebagainya.

Kamu bisa mencoba sendiri salah satu cara menyajikan makanan khas Indonesia itu. Bisa mencicipi makanan beralaskan daun jati atau pisang, atau sesekali pergi ke rumah makan Padang untuk melihat atraksi pelayan dan sajian piring berjajar.

Jika kamu punya hajatan atau syukuran, kamu bisa menggunakan konsep tumpeng, nasi liwetan, ataupun nasi bancakan agar biaya yang kamu keluarkan lebih hemat. Selain itu, cara penyajian tersebut juga bisa menghadirkan suasana kehangatan dan kebersamaan.

Jadi, sudah siap memperkaya pengalaman kuliner Indonesia dengan beragam cara penyajiannya?


Temukan inspirasi tentang bisnis maknanan, makanan Asia, makanan Indonesia dan sebagainya hanya di fnbpreneur.id