Cara dan Contoh Pembukuan Keuangan Usaha Makanan

4 min read

Salah satu kunci sukses bagi usaha makanan adalah memiliki sistem pengelolaan keuangan yang rapi dan tertata.

Atas alasan itulah, setiap pengusaha perlu menguasai dan mempelajari contoh pembukuan keuangan usaha makanan agar bisnis bisa tetap lancar. 

Sebagai pelaku bisnis makanan, kamu sudah menguasai keterampilan pembukuan keuangan belum?

Bagi yang masih bingung dengan caranya, artikel ini akan menjelaskan peran penting, cara membuat, dan contoh pembukuan secara singkat dan dasar. 


Apa Itu Pembukuan Usaha Makanan?

Pembukuan adalah kegiatan pencatatan keuangan untuk mengumpulkan informasi serta data finansial dalam suatu organisasi.

Informasi dan data keuangan tersebut terdiri dari harta, modal, pendapatan, kewajiban, biaya, inventaris, dan lain-lain.

Pentingnya Pembukuan Usaha Makanan

Masih banyak pengusaha yang belum sadar akan peran penting pembukuan keuangan terutama dari kalangan pemilik bisnis skala kecil.

Padahal, adanya pembukuan keuangan yang tertata, pemilik usaha akan mendapatkan beberapa manfaat penting seperti:

1. Mengetahui Informasi Keuntungan atau Kerugian Bisnis

Manfaat pembukuan yang paling jelas adalah untuk mengetahui untung atau ruginya sebuah bisnis.

Untung ruginya bisnis ini bisa kamu nilai dengan membandingkan jumlah pendapatan dan pengeluaran bisnis pada periode waktu tertentu.

Apabila jumlah pendapatan bisnis lebih besar daripada pengeluarannya, maka bisnis tersebut akan dinyatakan untung.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. 

Selain penilaian terhadap untung dan ruginya suatu bisnis, pembukuan ini juga bisa kamu gunakan untuk mencatat jumlah modal (yang sudah terpakai maupun yang belum terpakai) dan utang bisnis.

Jadi, jika kamu ingin mengetahui status untung atau ruginya usaha makanan, silakan tengok kembali pembukuan keuangannya.

2. Mengetahui Jumlah Transaksi

Setiap pelaku bisnis perlu mencatat jumlah total transaksi dalam periode waktu tertentu.

Data-data transaksi ini dapat kamu catat dalam contoh pembukuan keuangan usaha makanan.

Sehingga, kamu dan tim bisnis lainnya bisa memantau aliran uang masuk dan keluar secara detail dan transparan.

Baca Juga:  All You Can Eat: Keuntungan yang Bisa Didapat bagi Pemilik Bisnis

Apalagi, data-data transaksi tersebut juga bisa menjadi salah satu indikator penilaian kesuksesan pada bisnis.

Jumlah transaksi memiliki keterkaitan erat dengan besarnya pengeluaran dan jumlah produk makanan yang terjual. 

Maka dari itu, dokumentasikan setiap kegiatan transaksi dengan pembukuan untuk mempermudah proses penilaian terhadap kesuksesan bisnis.

3. Mengetahui Jumlah Aset, Modal, dan Utang

Besarnya jumlah modal, nilai aset, serta utang yang kamu tanggung juga perlu tercatat dalam pembukuan usaha makanan.

Hal ini bertujuan untuk memantau pergerakan aset dan modal secara jelas khususnya pada aspek utang.

Utang merupakan tanggungan bisnis yang tak boleh kamu abaikan.

Apalagi, utang juga bisa bertindak layaknya pedang bermata dua jika tidak kita kelola dengan baik. 

Di sisi lain, pelaku bisnis mendapat keuntungan berupa dukungan dana untuk kepentingan pengembangan bisnis.

Pada sisi yang lain, utang juga akan membawa dampak yang fatal bagi keberlangsungan bisnis. 

Malapetaka tersebut dapat terjadi jika pelaku bisnis kurang memperhatikan jumlah dan tenggat waktu utang bisnis yang harus mereka bayar. 

4. Mempermudah Penghitungan Pajak

Pajak merupakan iuran rutin yang harus wajib pajak bayarkan, tak terkecuali bagi para pemilik usaha makanan.

Agar dapat menetapkan besaran pajak yang harus dibayarkan, perlu adanya contoh pembukuan keuangan usaha makanan agar perhitungannya bisa akurat.

Memang, kegiatan penghitungan pajak usaha terkesan cukup merepotkan dan memusingkan.

Namun, jika kamu mengalami kesalahan dalam penghitungan dan pembayaran pajak usaha, hal ini malah akan merugikan nasib bisnis makananmu kedepannya.

5. Membantu Penyusunan Strategi Bisnis

Isi pembukuan yang rapi, detail, dan lengkap ternyata dapat mempermudah proses pembuatan strategi pada bisnis makanan.

Semakin lengkap dan detail informasi pembukuannya, maka hasil analisa bisnisnya juga akan semakin jelas.

Hasil analisa bisnis yang jelas akan mempermudah pengusaha dalam membuat keputusan yang tepat terkait pengembangan usaha makanan mereka.

Nantinya, hal ini juga akan mempengaruhi kesuksesan dan capaian target dari pelaksanaan strategi tersebut.

Lagi-lagi, pembukuan keuangan menunjukkan peran dan manfaat yang sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis.

Maka, tak berlebihan jika pembukuan ini akan mempengaruhi kesuksesan bisnis makanan kamu secara menyeluruh.


Cara Membuat Pembukuan Usaha Makanan

Sebelum mempelajari contoh pembukuan keuangan usaha makanan, setidaknya kamu harus tahu cara penyusunannya terlebih dahulu.

Umumnya, proses  pembukuan ini akan terbagi menjadi beberapa jenis catatan yang berhubungan dengan keuangan bisnis makanan, seperti berikut ini:

Baca Juga:  Apa itu Franchise? Pengertian, Tips, dan Keunggulannya (Lengkap)

1. Membuat Catatan Pengeluaran

Sediakan buku catatan khusus untuk mencatat segala jenis pengeluaran sejak awal berdirinya bisnis sampai saat ini.

Mulai dari uang belanja keperluan usaha, biaya operasional, sewa tempat usaha, gaji karyawan, dan sebagainya.

Buku catatan pengeluaran ini sangat penting untuk merekam jumlah modal usaha yang pernah kamu keluarkan.

Supaya, kamu bisa menentukan strategi dan target pengembalian modal usaha.

2. Membuat Catatan Pemasukan

Selain buku catatan pengeluaran, pemasukan bisnis juga perlu kamu dokumentasikan pada pembukuan lain secara terpisah.

Nantinya, buku ini akan mencatat segala macam pemasukan bisnis, seperti jumlah penjualan produk, piutang, dan lain-lain.

Manfaat penyusunan catatan pemasukan bisnis pada contoh pembukuan keuangan usaha makanan adalah untuk mengetahui keuntungan yang telah pengusaha dapatkan.

Jangan lupa, catat pemasukan bisnis setiap hari secara rapi dan kontinu.

3. Buku Kas Utama

Buku kas utama merupakan gabungan antara dua pembukuan sebelumnya, yakni catatan pengeluaran dan pemasukan.

Tujuan dari adanya buku kas utama ini adalah untuk memantau seluruh dana bisnis dan progres kinerja usaha.

Selain itu, buku kas ini juga berguna untuk mengawasi dan mengendalikan biaya pengeluaran agar tidak berlebihan.

Pos pemasukannya pun juga diatur oleh jenis pembukuan ini agar jumlah keuntungan bisnisnya bisa lebih maksimal.

Tak sampai situ saja, informasi yang terdapat di dalam buku kas utama ini dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan strategi bisnis.

Pada akhirnya, seberapapun besarnya skala bisnis kamu, jangan lupa buat juga buku kas utamanya. 

4. Catatan Stok Barang 

Salah satu kunci sukses bisnis makanan adalah mampu memenuhi permintaan pelanggan secara memuaskan.

Demi bisa memenuhi keinginan pasar, pastikan stok barang daganganmu harus selalu siap sedia.

Oleh karena itu, buatlah buku catatan stok barang untuk mengawasi ketersediaan bahan baku dalam bisnis makanan.

Selain untuk mengawasi stok barang bisnis yang tersedia, jenis pembukuan ini juga akan menjaga operasional usaha agar tetap berjalan lancar.

Meski kelihatannya hanya berisikan informasi rincian barang, contoh pembukuan keuangan usaha makanan ini dapat mencegah risiko kerugian dan meminimalisir adanya kecurangan.

Jika ingin merencanakan inventarisasi maupun pengembangan bisnis makanan, buku ini bisa menjadi bahan pertimbangan yang sangat ideal.

5. Buku Inventaris 

Jenis pembukuan ini berfungsi untuk mencatat semua barang milik perusahaan.

Objek-objek inventaris tersebut terdiri dari barang hasil beli dari anggaran belanja sendiri, hadiah, maupun sumbangan. 

Baca Juga:  Contoh Ide Usaha Makanan Ringan Serba 1000 dan 2000 Rupiah

Semua barang tersebut harus masuk ke dalam daftar inventaris perusahaan agar keberadaannya bisa kamu awasi dan kelola dengan baik.

Selain untuk mencatat, buku inventaris ini juga dapat membantu urusan pengecekan, pertanggungjawaban, dan penghapusan aset atau barang.

6. Catatan Laba Rugi

Jenis pembukuan usaha makanan yang terakhir adalah catatan laba rugi.

Isi di dalam pembukuan ini adalah daftar pemasukan dan beban perusahaan selama periode waktu tertentu.

Dari pembukuan ini, kamu bisa tahu apakah bisnis makananmu sedang dalam kondisi profit atau malah rugi.

Usahakan untuk membuat jenis pembukuan ini secara rapi agar informasinya mudah dipahami.


Contoh Pembukuan Keuangan Usaha Makanan

Setelah mengetahui arti penting dan cara membuat pembukuan bisnis makanan, alangkah baiknya kamu juga perlu mempelajari contoh-contohnya berikut ini:

  • Catatan Pengeluaran

  • Catatan Pemasukan

  • Buku Kas Utama

  • Catatan Stok Barang

  • Buku Inventaris

  • Catatan Laba Rugi

Sudah Siap Membuat Pembukuan Usaha Makanan?

Contoh pembukuan keuangan usaha makanan bertujuan untuk mencatat segala laporan keuangan bisnis.

Catatan-catatan tersebut nantinya akan menjadi sumber informasi penting untuk mendukung operasional bisnis lainnya.

Secara umum, langkah-langkah pembukuan ini terdiri dari pembuatan catatan pengeluaran, pemasukan, kas utama, persediaan barang, laba rugi, dan buku inventaris. 

Sekarang, apakah kamu sudah siap membuat pembukuan usaha makanan dengan cara dan contoh-contoh di atas demi kelancaran dan kesuksesan bisnis milikmu?


GRATIS, DAPATKAN ARTIKEL TERBAIK UNTUK WUJUDKAN BISNIS IMPIANMU.
DAFTAR SEKARANG!
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.