Meningkatkan Penjualan dengan Upselling, Lakukan 9 Tips Ini

4 min read

Meningkatkan Penjualan Dengan Upselling

Sebagai seorang pebisnis, tentu kamu ingin memiliki bisnis dengan revenue yang terus meningkat. Berbagai strategi pemasaran kamu rencanakan dan terapkan. Tapi pernah kah kamu mencoba strategi upselling? Sudah banyak pebisnis yang berhasil meningkatkan penjualan dengan upselling, lho. Yuk simak artikel ini sampai habis untuk tahu apa itu upselling dan tips nya untuk bisnis bidang makanan dan minuman.


Apa Itu Upselling?

Jika kamu adalah pemilik usaha makanan dan minuman yang ingin meningkatkan penjualan dengan upselling, kamu sedang membaca artikel yang tepat. Sebelumnya, apakah kamu sudah tahu apa itu upselling? Upselling adalah sebuah strategi pemasaran untuk membuat konsumen pada akhirnya memilih sebuah produk yang lebih mahal dibanding dengan pilihan awalnya atau produk premium. Sebagian dari kamu mungkin berpikir ini seperti menjerumuskan konsumen, tapi sebenarnya sama sekali tidak.

Upselling secara jelas membantu sebuah bisnis mendatangkan peningkatan revenue. Tapi mari kita coba lihat dari sudut pandang konsumen. Misalnya, kamu adalah pemilik restoran pizza dengan pilihan berbagai macam topping. Sepasang suami istri datang sebagai konsumen dan memesan pizza dengan topping ayam panggang. Namun sang istri ternyata tidak terlalu suka topping tersebut dan lebih suka topping sosis sapi. Kemudian pelayan restoran menawarkan menu pizza yang dapat diisi dengan dua rasa topping. Harganya hanya beda sepuluh ribu rupiah dan akhirnya konsumen tersebut memilih menu itu.

Melalui cerita tersebut, kamu jadi tahu kan, kalau upselling sebenarnya menguntungkan kedua belah pihak, baik kamu sebagai pebisnis maupun konsumen. Jadi kamu tidak perlu ragu meningkatkan penjualan dengan upselling. Nah, sayangnya masih banyak yang bingung dengan perbedaan antara upselling dan cross-selling, apakah kamu salah satunya?

Jika upselling adalah strategi membujuk konsumen untuk membeli sebuah produk yang lebih mahal, cross-selling ialah strategi agar konsumen membeli produk pelengkap untuk produk utama yang ia beli. Melalui strategi ini, kamu menawarkan produk yang berbeda kepada konsumen dengan produk yang masih berkaitan dengan produk yang akan ia beli.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Kopi di Indonesia: Wajib Tahu untuk Mulai Bisnis

Contoh strategi cross-selling, kamu adalah seorang pemilik restoran burger di daerah Semarang. Saat konsumen membeli burger dari restoranmu, kamu menawarkan kepada mereka untuk sekalian membeli kentang dan minum. Sedangkan, apabila kamu sedang meningkatkan penjualan dengan upselling, kamu tidak melakukan hal ini. Dengan strategi upselling, kamu akan menawarkan daging isian burger yang lebih tebal. Meskipun harganya sedikit lebih mahal, kamu berusaha meyakinkan konsumen bahwa burger dengan isian daging lebih tebal akan membuatnya lebih puas dan kenyang.

Sampai di sini, apakah kamu sudah siap untuk meningkatkan penjualan dengan upselling pada bisnis makanan dan minuman mu? Yuk, simak terlebih dahulu sepuluh tips nya sebelum kamu menerapkan strategi ini.


Tips Sukses Meningkatkan Penjualan dengan Upselling

Meskipun kamu sudah menerapkan banyak strategi untuk bisnis mu, tidak ada salahnya mencoba upselling. Strategi ini ampuh untuk meningkatkan revenue maupun meningkatkan hubungan baik dengan konsumen. Simak sembilan tips sukses meningkatkan penjualan dengan upselling di bawah ini.

1. Mendengarkan Kebutuhan Konsumen

Tips pertama untuk meningkatkan penjualan dengan upselling ada mendengarkan kebutuhan konsumen. Dalam strategi upselling, konsumen harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli produk kamu. Sehingga, tentu saja konsumen akan lebih tertarik jika yang kamu tawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kamu bisa membayangkan dengan mengambil contoh pemilik restoran pizza pada contoh sebelumnya. Misalnya, pelayan restoran tersebut tidak tahu bahwa sang istri tidak menyukai topping ayam panggang, mungkin kesempatan untuk upselling hilang begitu saja. Oleh karenanya, penting sebagai seorang pebisnis, terlebih dahulu menanyakan kebutuhan konsumen.

2. Beritahu Kerugiannya Jika Tidak Mengambilnya Sekarang

Saat memberikan penawaran kepada konsumen, beri tahu kesempatan atau keuntungan yang terlewat jika mereka menolak penawaran tersebut saat itu. Misalnya kamu memiliki bisnis coklat. Suatu hari kamu mengimpor coklat langka dari Jerman. Harganya lebih mahal dibanding coklat dari Jerman yang lainnya.

Ketika konsumen sedang proses berbelanja di toko coklatmu, ia memilih salah satu produk coklat Jerman yang selalu tersedia setiap saat. Kemudian kamu menawarkan coklat langka tersebut kepadanya. Meskipun harganya lebih mahal, kamu bisa mengatakan bahwa coklat tersebut merupakan coklat langka yang mungkin tidak bisa dia dapatkan dari toko coklat di manapun di Indonesia dan jumlahnya di tokomu juga terbatas.

Baca Juga:  Cara Membuat Karyawan Betah Bekerja, Ampuh dan Profesional

3. Jangan Beri Terlalu Banyak Pilihan

Meningkatkan penjualan dengan upselling menekankan pada “ada pilihan yang lebih baik”, tapi kamu tidak perlu memberikan terlalu banyak pilihan. Hal ini akan membuat konsumen bingung. Misalnya kamu menjual martabak manis, cukup berikan tiga pilihan untuk strategi upselling, yaitu martabak mini, martabak medium, dan martabak large.

4. Pasang Gambar Produk Premium Mu Pada Tempat Strategis

Misalnya kamu adalah pemilik restoran, memasang gambar produk premium mu pada banner yang terletak di restoran dapat menjadi salah satu cara agar konsumen tertarik membeli produk tersebut. Pasanglah gambar atau foto dengan visual yang menarik. Tidak hanya pada restoran, kamu juga bisa memasangnya pada media sosial atau website restoranmu.

5. Meningkatkan Penjualan dengan Upselling Pakai 25% Rule

Saat menentukan harga produk untuk meningkatkan penjualan dengan upselling, gunakanlah 25% rule. Maksudnya adalah perbedaan harga dari sebuah produk premium yang akan kamu tawarkan ke konsumen maksimal 25% lebih mahal dibandingkan produk biasanya. Misalnya kamu menjual minuman boba seharga Rp10.000,00 per gelas kecil, maka untuk ukuran medium, maksimal harga ada pada angka Rp12.500,00.

6. Berikan Diskon atau Tawaran Menarik Lainnya

Agar kamu berhasil meningkatkan penjualan dengan upselling, kamu bisa menambahkannya dengan tawaran menarik lainnya. Misalnya kamu bisa memberikan potongan harga untuk pembelian selanjutnya. Jika margin produk premium kamu besar, kamu juga bisa memberikan bonus produk lain yang harganya murah. Berbagai penawaran menarik bisa mendukung strategi upselling.

7. Meningkatkan Penjualan dengan Upselling Tanpa Memaksa

Tentu kamu berharap konsumen mau menerima tawaranmu untuk membeli produk yang lebih mahal, namun jangan sampai kamu terlihat terlalu memaksanya. Jika kamu lakukan, bisa saja kamu tidak hanya gagal meningkatkan penjualan dengan upselling, tapi juga membuat konsumen enggan kembali ke restoran atau tempat jualan mu. Oleh karenanya, penting untuk kamu tahu batasan sampai mana harus berhenti menawarkan. Terlebih, tidak semua konsumen memang membutuhkan produk premium, terkadang ada pula yang sensitif dengan kenaikan harga.

8. Respon Pilihan Konsumen dengan Bijak

Masih terkait dengan poin sebelumnya, dalam menerapkan strategi upselling, kamu tidak boleh memaksa dan harus merespon pilihan konsumen dengan bijak. Tenang saja, ketika konsumen menolak, bukan berarti kamu gagal dalam menerapkan strategi ini. Kamu masih bisa memberikan brosur mengenai tawaranmu dan berekspetasi bahwa konsumen akan tertarik pada produk tawaranmu pada waktu mendatang.

Baca Juga:  Ketahui Pentingnya Riset Kompetitor dalam Menjalankan Bisnis Kuliner

9. Tetap Berhubungan dengan Konsumen Lama

Tips meningkatkan penjualan dengan upselling yang terakhir adalah tetap berhubungan dengan pelanggan lama. Kamu bisa mengirimkan mereka SMS atau surel pada mereka ketika bisnis makanan dan minumanmu mengeluarkan produk premium yang baru. Jika tidak memungkinkan untuk meminta data pribadi seperti nomor gawai dan alamat surel, kamu tetap bisa berhubungan dengan konsumen lama kok.

Caranya, milikilah akun media sosial untuk bisnis kamu. Ajak mereka untuk mengikuti akun tersebut dan tentu jangan lupa untuk selalu memperbarui konten setidaknya 4-5 kali dalam seminggu. Konsumen lama sudah tahu bahwa produk dari restoranmu tidak mengecewakan. Oleh karenanya, mereka akan lebih mudah untuk memutuskan membeli produk premium mu.


Kesimpulan

Itulah pengertian upselling serta tips dalam penerapannya. Meningkatkan penjualan dengan upselling sudah banyak dilakukan oleh pemilik bisnis makanan dan minuman, sehingga kamu tidak boleh ketinggalan. Pada dasarnya, upselling menguntungkan kedua belah pihak, baik pemilik bisnis maupun konsumen. Melalui upselling, konsumen bisa mendapatkan produk sesuai kebutuhannya meskipun harus mengeluarkan uang yang lebih dan bisnismu mengalami peningkatan revenue.

Dengan teknik yang benar, upselling akan mendatangkan keuntungan yang besar pada bisnismu sekaligus konsumen yang setia. Yuk, terapkan delapan tips di atas pada bisnis mu. Tips mana saja yang akan kamu jalankan? Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, yuk share ke teman-teman kamu!


Temukan tips menarik untuk mengembangkan bisnis makanan dan minuman kamu hanya di fnbpreneur.id

GRATIS, DAPATKAN ARTIKEL TERBAIK UNTUK WUJUDKAN BISNIS IMPIANMU.
DAFTAR SEKARANG!
Ingin tahu lebih lanjut, KoinWorks NEO mau kenalan sama kamu lebih dekat.