Dine In vs Take Away: Kelebihan dan Kekurangan Bagi Pebisnis Kuliner

7 min read

dine in vs take away

Dine in vs take away merupakan konsep penjualan yang banyak diterapkan oleh para pebisnis kuliner. Hadirnya konsep penjualan ini tentunya akan sangat membantu para pembeli. 

Makan diluar memang sering menjadi pilihan banyak orang yang tidak sempat masak. Terlebih saat ini sudah banyak sekali tempat makan yang menawarkan banyak menu. 

Berkembangnya gaya hidup masyarakat tentunya membuat urusan makan bukan hanya asal kenyang saja. Ketika sedang memesan makanan, tentunya pelayan akan menanyakan mau dine in atau take away

Kedua konsep penjualan ini tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk lebih memahami mengenai apa itu dine in dan take away, maka simak saja ulasannya berikut ini. 

Apa Itu Dine In?

Dine in memiliki arti makan di tempat. Dimana pelayan akan mempersiapkan meja untuk menghidangkan menu yang dipesan. 

Makanan yang dipesan ini akan disajikan diatas meja. Selain itu, penyajian ini juga akan dilengkapi dengan peralatan makan, seperti sendok, garpu, dan tisu. 

Ketika pembeli memilih untuk dine in, maka pembeli pun tidak perlu repot lagi untuk mencuci alat makannya tersebut. 

Memilih makan di luar memang sering menjadi pilihan bagi banyak orang, terlebih bagi yang tidak sempat memasak. 

Ada banyak sekali pilihan kuliner di sekitaran yang sudah menjamur. Mulai dari rumah makan, hingga restoran mewah. 

Dine in ini sangatlah menarik karena pembeli bisa mendapatkan suasana baru dan terbaik. Selain itu, pembeli juga bisa menilai pelayanan yang diberikan sudah baik atau belum. 

Maka dari itu, ada banyak orang yang ingin merasakan sensasi makan yang berbeda dengan meluangkan waktunya untuk dine in

Kelebihan Dine In

Kelebihan dine in vs take away cukup beragam. Tentunya konsep dine in ini akan lebih mempermudah pembeli ketika sedang makan diluar.  Lantas, apa saja kelebihan dari dine in?

1. Pembeli Tidak Perlu Repot Mencuci Alat Makan

Dine in memang secara singkat berarti makan di tempat. Pelayan akan mempersiapkan meja untuk menghidangkan menu yang sudah pembeli pesan sebelumnya. 

Makanan yang sudah dipesan ini akan disajikan diatas meja lengkap dengan peralatan makan, seperti sendok, garpu, dan tisu. 

Ketika pembeli memilih untuk dine in, maka pembeli pun sudah tidak perlu repot lagi untuk mencuci alat makannya tersebut. 

Namun, hal yang perlu kamu perhatikan sebagai pemilik bisnis kuliner ketika ada pembeli yang makan secara dine in adalah kebersihan alat makannya. 

Pastikan bahwa piring, sendok, garpu, hingga gelas saji dalam kondisi yang benar-benar bersih. Jika terlihat alat makannya kurang bersih, maka bisa jadi pembelimu akan meminta pergantian dengan yang lebih bersih. 

Selain itu, kebersihan dari tempat makan juga harus kamu perhatikan. Jangan sampai pembeli memilih untuk berpindah tempat makan hanya karena tempatmu terlihat kotor dan tidak terawat dengan baik. 

2. Menawarkan Tempat Makan yang Lebih Menarik

Kebanyakan pembeli yang memutuskan untuk makan diluar biasanya adalah karena tempatnya yang nyaman dan menarik. 

Baca Juga:  All You Can Eat: Keuntungan yang Bisa Didapat bagi Pemilik Bisnis

Selain menu makanan yang sangat bervariasi dengan cita rasa terbaik, makan secara dine in juga akan menciptakan atmosfer yang berbeda pada pembeli yang datang. 

Oleh karena itu, kamu sebagai pemilik tempat makan harus bisa menyediakan tempat dan suasana yang nyaman dan menyenangkan. 

Dengan begitu, maka para pembeli akan merasa nyaman ketika menunggu pesanannya datang. Para pembeli pun bisa ngobrol seru sambil menikmati suasana sekitar. 

Terlebih jika konsep tempat makan yang kamu hadirkan memiliki banyak spot foto menarik. Tentunya akan semakin banyak pembeli yang datang untuk tidak sekedar menikmati sajian makanannya saja, melainkan juga suasana tempat makannya. 

Dengan konsep makan dine in vs take away tentunya akan sangat memanjakan para pembeli. Apalagi jika kamu melengkapi fasilitas tempat makanmu dengan hiburan dan akses internet gratis. 

3. Makanan dan Minuman yang Lebih Fresh

Bagi kamu yang merupakan pelaku bisnis kuliner, tentunya kualitas makanan maupun minuman menjadi hal yang paling penting dalam penjualan. 

Nah, hal ini bisa kamu berikan jika menggunakan sistem penjualan secara dine in. Dimana semua menu makanan dan minuman disajikan secara fresh. 

Bahkan, para pembeli pun bisa melihat proses pembuatan hingga penyajiannya di atas meja. Kelebihan ini tentunya akan sangat membuat pembeli merasa senang. 

Karena, tidak hanya kualitas makanan dan minuman saja yang didapatkan, melainkan juga kualitas pelayanan yang memuaskan. 

Kekurangan Dine In

Selain memiliki banyak sekali kelebihan, konsep penjualan dine in juga memiliki kekurangan. Nah, berikut ini adalah beberapa kekurangan dine in yang perlu kamu ketahui. 

1. Waktu Tunggu Pembeli 

Ketika seorang pembeli memutuskan untuk dine in, maka konsekuensi utamamu sebagai pemilik tempat makan adalah waktu tunggu pembeli. 

Ketika pelayanan harus menunggu pembeli dalam memutuskan untuk memesan makanan. Belum lagi dengan minimnya staf yang bekerja di dapur untuk mempersiapkan pesanan. 

Ketika pesanan yang dipesan tidak kunjung datang atau mengalami keterlambatan, maka akan membuat pembeli merasa kecewa dan kesal. Bahkan, tidak sedikit pembeli yang memutuskan untuk meninggalkan tempat makan sebelum pesanannya datang. 

Hal ini tentu akan membuat kamu merugi. Oleh sebab itu, hal ini menjadi salah satu kekurangan dari dine in

2. Waktu Makan yang Terlalu Lama

Perlu kamu ketahui, bahwa tidak sedikit pembeli yang datang untuk makan maupun minum akan menghabiskan waktu yang cukup lama. 

Bahkan, tidak sedikit yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menghabiskan satu cangkir kopi saja. 

Karena hal inilah, maka para pembeli lain yang akan datang mengurungkan niatnya untuk masuk ke tempat makanmu. Hal ini dikarenakan ruangan atau tempat duduknya sudah penuh. 

Tentunya hal inilah yang menjadi salah satu kekurangan dine in vs take away yang akan dialami oleh para pelaku bisnis kuliner. 

Kamu tentunya akan kehilangan cukup banyak pembeli baru yang akan masuk karena pembeli lama tidak kunjung menyelesaikan waktu makannya tersebut. 

Oleh sebab itu, ada kalanya kamu juga perlu menerapkan batas waktu makan. Namun, hal ini tentu akan menimbulkan pro dan kontra. Terlebih aturan tersebut akan mengurangi rasa nyaman dari pembeli yang datang. 

3. Tempat Menjadi Kotor

Selain waktu tunggu pembeli dan waktu makan yang terlalu lama, ternyata masih ada kekurangan lain dari dine in, yakni tempat makan menjadi kotor. 

Hal ini tentunya sudah sangat wajar terjadi. Namun, ketika kamu sudah menyediakan tempat sampah dan pembeli tersebut tidak membuangnya pada tempat yang sudah tersedia, tentunya akan membuatmu kerja dua kali. 

Apa Itu Take Away?

Setelah kamu mengetahui apa itu dine in, apa saja kelebihan dan kekurangannya, maka kamu juga perlu mengetahui apa itu take away

Baca Juga:  Peluang Usaha Nasi Rawon: Berikut Modal dan Tips Suksesnya

Take away memiliki arti dibungkus. Dimana makanan yang dipesan akan dibungkus dan dibawa pulang.  Pada umumnya, pembeli yang memilih untuk take away lebih ingin menikmati makanannya bersama keluarga. 

Selain itu, biasanya pembeli yang memilih memesan makanan secara take away tidak memiliki cukup waktu untuk dine in

Pada intinya, pemesanan secara take away ini tidak akan memakan pesanannya di tempat, melainkan membawanya pulang atau membungkusnya. 

Kelebihan Take Away

Ada banyak sekali kelebihan dine in vs take away. Nah, berikut ini akan dijelaskan apa saja kelebihan dari take away daripada dine in

1. Pembeli Tidak Perlu Keluar Rumah

Dengan adanya take away, tentunya pembeli sudah tidak perlu lagi keluar dari rumah. Pembeli hanya perlu melakukan pemesanan secara online, baik melalui aplikasi maupun melalui nomor pemesanan. 

2. Tidak Memerlukan Banyak Tempat

Jika kamu menawarkan sistem take away, maka kamu tidak perlu menyediakan banyak tempat. Dengan begitu, maka kamu pun hanya perlu menyediakan tempat untuk ruang masak, menerima pesanan, dan ruang tunggu pembeli. 

Keuntungan ini tentu menjadi langkah awal dalam membuka bisnis kuliner jika modal yang kamu miliki tidak banyak. 

3. Bisa Bekerjasama dengan Pihak Ketiga

Selain kedua keuntungan diatas, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan lain dari sistem take away ini. Kamu bisa melakukan kerjasama bisnis dengan pihak ketiga. 

Tujuannya adalah agar hasil penjualanmu tersebut bisa lebih maksimal. Pihak ketiga ini merupakan pihak yang menyediakan layanan pengantaran makanan. 

Baca Juga: Pentingnya Box Delivery untuk Mengantar Makanan

Dimana pihak ketiga juga bisa menyediakan platform berupa aplikasi yang akan mempermudah pembeli untuk mencari dan memesan makanan dari tempat usahamu. 

Terlebih dengan platform jual beli online yang menyediakan beragam penawaran terbaiknya. Mulai dari promo hingga diskon yang cukup baik. 

Dengan begitu, maka para pembeli pun merasa lebih senang melakukan pesanan ditempatmu karena adanya diskon maupun promo tersebut. 

Terlebih jika kamu juga bisa memberikan cashback untuk minimum pembelian. Mungkin hal ini tidak akan bisa kamu berikan jika kamu tidak bekerjasama dengan pihak ketiga. 

Hal ini tentu bisa kamu manfaatkan dan gunakan semaksimal mungkin. Jika berhasil, maka kamu pun akan mendapatkan banyak pembeli dan pemesanan. 

Dengan kata lain, maka keuntunganmu juga akan semakin bertambah. Meskipun kamu juga harus memikirkan pembagian hasil dengan pihak ketiga tersebut. 

Kekurangan Take Away

Selain kelebihan, tentunya sistem take away ini juga memiliki kekurangan. Berikut ini ada beberapa kekurangan take away yang perlu kamu ketahui. 

1. Biaya yang Lebih Banyak 

Kekurangan dari sistem dine in vs take away yang pertama adalah biaya yang kamu keluarkan akan lebih banyak. 

Berbeda dengan sistem dine in yang hanya menggunakan tempat makan di tempat makan. Sistem take away ini akan membuat kamu harus mempersiapkan pembungkus yang lebih banyak. 

Selain itu, kamu juga harus mempersiapkan alat makan yang lebih banyak untuk menerima pesanan take away ini. 

Packaging yang kamu gunakan juga harus menarik dan berkualitas. Karena yang kamu kirimkan adalah makanan dan minuman yang cukup mudah berubah rasa ketika berada pada suhu tertentu. 

Untuk itu, pemilihan bahan kemasan juga harus bisa kamu perhatikan dengan baik. Tentunya, hal ini juga akan membuat pengeluaranmu semakin besar, karena tentunya tidak murah untuk jenis packaging yang sesuai dengan keinginanmu tersebut. 

2. Membutuhkan Tenaga Pengantar atau Kurir

Sistem take away tentunya akan membuat kamu harus mempersiapkan tenaga pengantar atau kurir. Dengan kata lain, biaya operasional bisnismu pun akan semakin bertambah. 

Baca Juga:  20 Franchise Makanan Terlaris yang Ada di Indonesia

Selain itu, jika bisnismu semakin berkembang, maka kamu juga perlu tenaga pengantar yang cukup untuk bisa menjangkau semua area pengiriman. 

Jika tidak, bisa jadi pembelimu pun akan komplain karena waktu pengantaran yang terlalu lama. 

3. Harus Bisa Menyediakan Penawaran Menarik

Bagi kamu yang menerapkan sistem take away pada bisnis kulinermu, maka harus bisa memberikan penawaran yang menarik bagi para calon pembeli. 

Tujuannya adalah agar calon pembeli merasa tertarik untuk melakukan pemesanan pada usahamu tersebut. Kamu juga dituntut untuk terus berinovasi. 

Terlebih dengan menyediakan berbagai macam promo dan diskon yang tentunya disukai pembeli. Semakin banyak kamu memberikan promo maupun diskon, maka semakin banyak pula feedback yang akan kamu dapatkan dari pembeli. 

Dalam hal ini maka akan semakin banyak pula orang yang membeli tempat makanmu tersebut. Jika kamu tidak bisa melakukan inovasi, maka jangan heran apabila tidak ada yang memesan di tempatmu. 

4. Harus Menggunakan Pihak Ketiga

Kekurangan lain dari sistem dine in vs take away ini adalah dimana kamu harus menggunakan pihak ketiga untuk mengenalkan usahamu tersebut. 

Memang benar, kamu bisa menggunakan media sosial untuk mengenalkan brandmu tersebut. Namun, akan lebih mudah jika kamu bekerjasama dengan pihak ketiga. 

Sistem take away ini mengharuskan para pembeli untuk memesan secara online atau membungkusnya. Oleh karena itu, dengan adanya pihak ketiga tentunya akan memudahkanmu dalam mengenalkan produk yang kamu miliki. 

Namun, kamu juga harus memikirkan akan bagi hasil dengan pihak ketiga. Dengan kata lain, maka keuntungan yang kamu dapatkan tidak bisa sepenuhnya kamu rasakan. 

Hal ini tentu cukup merugikan ketika keuntungan yang kamu dapatkan tidak bisa sebesar ketika kamu tidak menggunakan campur tangan dari pihak ketiga. 

5. Makanan dan Minuman Kurang Fresh

Berbeda dengan sistem dine in vs take away yang bisa menyajikan makanan dan minuman secara fresh. Sistem take away ini akan membutuhkan waktu lebih banyak di perjalanan hingga pada akhirnya sampai di tempat tujuan pemesan. 

Hal ini tentu membuat makanan dan minuman menjadi kurang fresh, sehingga kualitasnya pun menjadi sedikit menurun. 

Jika sudah begitu, maka rasa yang dihasilkan pun akan berbeda dengan penyajian yang masih fresh. Terlebih dengan makanan panas yang penyajiannya juga harus panas. 

6. Harus Mempersiapkan Alat Pemanas dan Pendingin Makanan atau Minuman

Jika berbicara mengenai makanan dan minuman yang kurang fresh, tentunya kamu juga harus bisa mengakalinya dengan menggunakan alat pemanas atau pendingin makanan. 

Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas makanan dan minumanmu agar tetap fresh dan tidak sampai mengurangi rasa dan kualitasnya. 

Penggunaan alat ini tentu tidak hanya memerlukan satu unit saja, melainkan sesuai dengan jumlah driver pengantar makanannya. 

Dine in vs Take Away, Mana Pilihanmu?

Dine in vs take away ini bisa kamu terapkan dalam usahamu. Dengan mempertimbangkan semua kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem tersebut, tentunya kamu bisa mengambil keputusan mana yang terbaik. 

Jika kamu memang memiliki lokasi yang strategis dan cukup luas, maka kamu bisa menerapkan sistem dine in. Sementara itu, jika lokasi usahamu sempit dan modalmu kurang untuk menyewa sebuah lahan, maka kamu bisa menerapkan sistem take away

Kamu bisa memilih salah satunya atau menerapkan keduanya sekaligus, tergantung dengan kebutuhan dan keinginanmu atas bisnis kuliner yang sedang kamu geluti tersebut. 

Penjelasan ini hanya sebagai informasi tambahan untuk memberikan pandangan mengenai perbedaan antara dine in dan take away.

Dapatkan berbagai strategi pemasaran maupun tips bisnis kuliner untuk membesarkan bisnis kulinermu hanya di fnbpreneur.id.