12 Jenis Keju Paling Enak di Seluruh Dunia yang Perlu Kamu Tahu

5 min read

12 Jenis Keju Paling Enak Sedunia

Siapa yang tidak mengenal keju? Keju merupakan makanan produk susu yang pengolahannya melalui proses pengentalan dan melibatkan bakteri atau enzim rennet. Rasanya lezat dan memanjakan lidah. Namun, tahukah kamu bahwa ada ribuan jenis jenis keju di dunia? Beberapa di antaranya memiliki cita rasa terenak daripada jenis keju lainnya. 

Jenis Keju Paling Enak

Apabila kamu suka mengonsumsi keju, kamu wajib mengetahui jenis jenis keju terenak. Masing-masing jenis keju memiliki cita rasa berbeda. Cara mengolah masing-masing jenis juga harus benar supaya cita rasanya tidak rusak. Berikut macam-macam keju paling enak yang ada di dunia:  

1. Gruyere

jenis keju gruyere

Wikimedia Commons/Rolf Krahl

Jenis jenis keju di dunia sangat banyak. Akan tetapi, keju Gruyere meraih predikat sebagai keju terbaik di dunia berdasarkan kompetisi keju global yang melibatkan 26 negara. Keju Gruyere berasal dari Gruyere, Swiss. Bahannya dari sapi mentah yang diproses dalam waktu 18 jam setelah pemerahan tanpa melalui proses pasteurisasi. Pematangannya memerlukan waktu lima hingga dua belas bulan.

Jika kamu melihat penampilan luarnya, keju Gruyere berbentuk bundar,  terlihat keriput, terasa kasar dan licin jika disentuh, dan memiliki kulit berwarna coklat alami. Namun, warna bagian dalam sama dengan keju pada umumnya yakni kuning namun sedikit gelap, memiliki lubang-lubang kecil, serta bertekstur keras dan padat. Keju Gruyere memiliki rasa manis, gurih, dan sedikit pedas sehingga cocok untuk membuat fondue, quiche, dan kaserol. 

2. Cheddar

keju cheddar

Freepik.com/jcomp

Keju ini merupakan sumber vitamin B12 yang baik. Keju Cheddar termasuk dalam jenis jenis keju berkualitas dan enak yang berasal dari Inggris yang memanfaatkan susu sapi dan proses pasteurisasi. Waktu pematangannya adalah 3-24 bulan. 

Keju Cheddar berwarna putih pucat hingga kuning gading. Bentuknya beragam dan ada yang rendah lemak maupun tinggi lemak. Jenis keju bertekstur keras ini memiliki banyak varian rasa. Keju Cheddar asli memiliki rasa hambar dan terkadang memiliki rasa yang tajam tetapi varian lain memiliki rasa manis. Banyak orang mengonsumsi keju Cheddar sebagai camilan dan bahan makanan yang dipanggang. 

3. Mozzarella

mozzarella

Pexels.com/Racool_studio

Jika kamu pecinta pizza, kamu pasti tidak asing dengan keju Mozarella. Keju yang berasal dari Italia ini memang paling cocok sebagai bahan pembuatan pizza. Bahannya bisa berupa susu sapi maupun susu kerbau dan terkadang melibatkan pasteurisasi. 

Warna keju Mozarella bergantung pada makanan sapi atau kerbau yang diambil susunya. Namun, secara umum warnanya putih terang. Kadar air pada keju Mozzarella tergolong tinggi sehingga teksturnya lembut. Selain umum menemukannya pada pizza, keju Mozarella termasuk dalam jenis jenis keju yang cocok untuk lasagna. 

Baca Juga:  Menu Mie Gacoan yang Selalu Diminati Pembeli Setiap Tahun

4. Asiago

jenis keju asiago

Wikimedia Commons/Vonvon

Keju lain yang juga berasal dari Italia adalah keju Asiago, tepatnya berasal dari wilayah Vincenza dan Trento. Pada awalnya, keju Asiago menggunakan domba sebagai bahan dasarnya namun sekarang beralih menggunakan susu sapi berkualitas tinggi dan melalui pasteurisasi. Teksturnya keras dan padat serta bagian dalamnya berlubang. Jika waktu pematangannya lama, rasa keju Asiago lebih tajam dan ukuran lubangnya lebih besar. 

Keju Asiago cocok kamu santap sebagai olesan roti, campuran salad buah atau sayuran, mengolah menjadi makanan ringan, atau menjadikannya sebagai bahan sup, saus, maupun pasta. Keju Asiago tua cocok dijadikan keju parut sedangkan keju Asiago tua lebih tepat dijadikan keju leleh. 

5. Epoisses

espoisses

Wikimedia Commons/en:user:Sominsky

Tahukah kamu bahwa ada jenis keju yang berbau menyengat namun memiliki cita rasa yang sangat lezat? Keju Epoisses adalah salah satunya. Keju ini berasal dari Desa Epoisses yang berlokasi di timur Perancis. Bahannya adalah susu sapi yang melibatkan proses pasteurisasi. Pengasaman susu melibatkan bakteri asam laktat. 

Bau keju ini cukup menyengat mirip susu basi karena keju adanya lumuran Marc de Bourgogne setelah keju matang. Produsen keju kemudian keju mendiamkannya minimal enam minggu hingga mengeluarkan bau menyengat. Namun, meskipun berbau menyengat keju Epoisses memiliki kualitas tinggi, rasa yang gurih, dan tekstur yang sangat lembut. Keju Epoisses paling cocok kamu konsumsi bersama selai aprikot. 

6. Gouda

keju gouda

GoTravelly

Eropa terkenal dengan kejunya yang lezat, salah satunya keju dari Belanda. Jenis jenis keju produksi Belanda cukup banyak, tetapi salah satu yang paling populer adalah keju Gouda dari wilayah Gouda. Gouda berbentuk bulat dengan tekstur yang keras dan terkadang susah memotongnya menggunakan alat pemotong keju. Gouda muda berwarna kuning tua dengan bungkus berupa parafin kuning atau merah. Sementara bungkus Gouda tua lebih sering berupa parafin hitam. 

Keju Gouda memiliki rasa manis layaknya keju khas Belanda pada umumnya. Rasa manis pada keju ini muncul karena dalam pembuatannya menggunakan susu sapi yang telah melalui proses pengkulturan dan pemanasan untuk menghilangkan dadihnya.

Tujuannya untuk menghilangkan sebagian asam laktat Semakin lama waktu penyimpanan, rasanya semakin manis mirip karamel. Namun, Gouda yang tua memiliki rasa pahit tersembunyi yang cukup tajam. Saat menyantap Gouda, kamu akan menemukan rasa gurih dan creamy di mulut sehingga kamu cocok mengolahnya menjadi topping salad, kaserol, dan spageti. 

Baca Juga:  20 Rekomendasi Topping Pizza yang Paling Diminati Masyarakat 

7. Edam

keju edam

Wikimedia Commons/Yvwv

Keju Edam berasal dari Belanda. Biasanya Edam berbentuk bulat serta berwarna kuning dengan bungkus berupa malam dan parafin merah. Edam terbuat dari susu sapi atau kambing yang melalui proses pasteurisasi. Produsen keju biasanya telah menghilangkan sebagian atau seluruh krim pada susu. Berbeda dengan jenis keju lainnya, keju Edam tidak terlalu berbau keju. Edam tergolong keju rendah lemak namun tinggi protein. 

Tekstur keju Edam padat dan sedikit keras. Rasa keju Edam sedikit asin menyerupai kacang. Ada sensasi lembut ketika keju ini telah berada dalam mulut. Kamu cocok mengolah Edam menjadi kue seperti nastar dan kastengel maupun topping kue cubit, panekuk, dan roti bakar. 

8. Blue

jenis keju blue

Wikimedia Commons/Myrabella

Blue Cheese atau Bleu Cheese merupakan keju yang berbahan dasar susu domba, kambing, atau sapi yang telah dipasteurisasi. Keju ini berjamur namun sangat lezat rasanya. Bagian dalam keju berwarna hijau kebiruan yang berasal dari Penicillium roqueforti yang sengaja ditambahkan ketika membuat Blue Cheese. Selain warnanya yang unik, baunya juga menyengat yang berasal dari bakteri. Produsen memang sengaja menambahkan bakteri saat proses pembuatannya. 

Meski baunya menyengat, rasanya asin dan gurih sehingga cocok dinikmati bersama crackers, sandwich, dan salat maupun dibuat saus atau ditaburkan pada buah dan kacang. Keju ini termasuk jenis jenis keju rendah lemak sekaligus sumber kalsium, protein, dan fosfor yang baik.

9. Emmental

keju emmental

Wikimedia Commons/Dominik Hundhammer

Keju Emmental merupakan keju yang berasal dari Emmental, Swiss. Orang juga mengenalnya sebagai keju Swiss. Ciri khas keju ini adalah memiliki banyak lubang besar. Lubang-lubang tersebut berasal dari gas karbondioksida hasil fermentasi yang tidak dapat keluar dari keju karena kulit keju yang tebal. Oleh karena itu, gas-gas karbondioksida membentuk lubang di dalam keju.

Membuat keju Emmental memerlukan susu sapi yang memakan rumput atau jerami. Produksi keju Emmental secara modern melalui proses pasteurisasi susu sapi. Jenis keju ini ulat dan keras, kulit luar berwarna coklat kekuningan, dan bagian dalamnya berwarna kuning atau krem pucat. Rasanya gurih, tidak terlalu asin, serta mudah meleleh sehingga cocok dinikmati bersama burger, roti bakar, dan fondue. 

10. Camembert

camembert

Wikimedia Commons/NJGJ

Perancis memiliki keju lezat yang memiliki julukan “King of French Cheese” yaitu Camembert yang terbuat dari susu sapi. Keju bulat, putih, lembap, lembut, creamy, dan lezat ini berasal dari Camembert, Perancis. Keunikan keju ini terletak lapisan putih bagian yang menyerupai serat pada tempe. Sejatinya, lapisan putih tersebut berasal dari Penicillium candidum yang memberikan rasa unik pada keju Camembert. 

Baca Juga:  Resep Tempe Kemul Khas Wonosobo Yang Mudah Dicoba

Rasa keju Camembert mirip dengan keju mozarella. Jenis keju ini mudah meleleh jika berada pada suhu ruang sehingga dapat dinikmati secara langsung. Namun, kamu juga bisa menyantapnya bersama salad, roti sandwich, dan lasagna ataupun memanggangnya terlebih dahulu. Di Indonesia, keju ini juga umum disajikan bersama rendang. 

11. Parmigiano-Reggiano

parmigiano-reggiano

Wikimedia Commons/Dominik Hundhammer

Satu lagi keju asal Italia yang memiliki rasa lezat yakni keju Parmigiano-Reggiano. Keju ini terbuat dari susu sapi bersertifikat di mana sapinya hanya memakan makanan dari wilayah penghasil keju saja. Sapi juga tidak boleh memakan makanan ternak hasil fermentasi maupun produk lainnya. Selain itu, susu sapi tidak melalui proses pasteurisasi. 

Keju ini dikenal sebagai keju Italia yang paling mahal. Pembuatannya rumit dan menggunakan bahan-bahan terbaik. Selain itu, penyimpanannya juga memakan waktu bertahun-tahun. 

Parmigiano-Reggiano berbentuk bundar menyerupai drum, teksturnya keras, dan berwarna kuning. Permukaan keju umumnya rapuh dan teksturnya berpasir jika kamu meraba menggunakan tangan. Aromanya manis menyerupai buah-buahan dan rasanya lezat. Umumnya keju ini paling cocok disantap bersama buah-buahan dan minuman anggur. Kamu juga bisa menaburkan Parmigiano-Reggiano yang telah kamu parut ke atas tumisan. 

12. Peccorino

jenis keju peccorino

Wikimedia Commons/Deanna

Keju Peccorino juga berasal dari Italia. Peccorino terbuat dari susu domba mentah tanpa pasteurisasi. Tekstur keju Peccorino keras. Namun, karena variasi Peccorino banyak sehingga kamu bisa menemukan keju Peccorino yang tidak terlalu keras dan teksturnya lebih lembut. 

Keju Peccorino berbentuk bundar mirip drum, tetapi ukurannya lebih besar daripada keju lainnya. Warnanya bervariasi bergantung pada durasi pematangannya dan terkadang memiliki lapisan pelindung yang terbuat dari minyak babi ataupun minyak biasa. 

Rasa asin pada keju ini berasal dari lamanya waktu pematangan yakni sekitar 5 sampai 8 bulan. Ada pula Peccorino yang diberi lada hitam dalam pembuatannya sehingga rasanya sangat tajam. Jenis keju ini cocok disantap bersama buah-buahan yang manis, madu, salad, dan pasta maupun dijadikan kaserol. Kamu sebaiknya tidak menyantap keju Peccorino bersama makanan yang mengandung ikan supaya rasanya tidak semakin asin. 

Jenis Keju yang Mana yang Menjadi Favoritmu?

Setiap orang tentu memiliki selera yang berbeda dalam hal jenis jenis keju. Setiap jenis keju memiliki cita rasa tersendiri sehingga kamu bisa memilih keju dengan cita rasa yang sesuai seleramu. Namun, pastikan kamu mengonsumsi keju yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhmu secara cukup dan tidak berlebihan.

Perhatikan pula proses memasak atau mengolah keju sebelum mengonsumsinya supaya keju yang kamu konsumsi tetap menyehatkan.

Dapatkan berbagai informasi seputar bisnis makanan sehat hingga tips bisnis untuk mengembangkan bisnismu hanya di fnbpreneur.id.