12 Jenis Ramen yang Sangat Populer, Enaknya Bikin Nagih!

7 min read

Jepang adalah rumah bagi lebih dari 32.000 toko yang menjual berbagai jenis ramen yang masing-masing memiliki variasi cita rasa kuah yang khas. Ramen adalah sup mie dari Jepang yang terdiri mie gandum lengkap dengan siraman kaldu daging atau sayuran yang beraroma.

Rasanya makin lezat dengan tambahan topping seperti irisan daging, telur rebus, dan daun bawang. Restoran ramen biasanya mengkategorikan hidangan mie ramen berdasarkan tare (bumbu) kuah berbumbu aneka rempah. Ini menjadikan cita rasa dari kuahnya sangat khas dan unik.

Apakah kamu salah satu pecinta ramen? Sudah tahukah kamu tentang jenis ramen atau jenis kuah ramen? Kalau belum, simak artikel ini sampai akhir!

Apa Itu Ramen?

Ramen adalah mie dalam hidangan sup yang awalnya dari Cina ke Jepang ketika negara tersebut membuka kembali perbatasannya selama Restorasi Meiji. Hidangan ini akan lebih sempurna dan ditingkatkan sedemikian rupa selama berabad-abad di masa lalu.

Kata ‘Ra‘ memiliki arti ditarik (ke dalam) sedangkan ‘Men‘ memiliki arti mie. Begitulah cara membuat mie di masa lalu, dengan meregangkan satu gumpalan adonan dan melipatnya secara manual, lalu potong memanjang membentuk sekumpulan mie tipis.

Jenis Ramen Paling Favorit dan Populer

Dari puluhan jenis ramen yang biasa beredar di Jepang, namun kali ini mari bahas sembilan jenis yang paling populer. Berikut ini ulasannya:

1. Shio Ramen (Jenis Ramen Kuah Asin)

jenis ramen shio

Sumber: zetizen.radarcirebon.com

Jenis ramen pertama yang sangat populer adalah shio ramen yang umumnya memiliki ciri khas rasa bumbu garam. Hidangan ini sering muncul di kota Hakodate dengan cita rasa kaldu yang ringan berbahan dasar laut. Kaldu berasal dari beberapa campuran bahan seperti kaldu dashi, sarden kering, dan taburan bonito (sejenis ikan kering).

Shoyu dalam bahasa Jepang berarti garam laut. Namun, pemberian garam ini tidak akan mempengaruhi tampilan kuahnya sehingga kuah shoyu ramen cenderung berwarna terang dan bening. Rasa kuah dari shoyu ramen akan cenderung sedikit lebih asin daripada jenis lainnya.

2. Shoyu Ramen (Ramen Kecap)

shoyu ramen

Sumber: tripadvisor.co.id

Jenis kuah ramen berikutnya ialah shoyu ramen. Sesuai dengan namanya, ramen ini memiliki tampilan dalam kuah sup yang terdiri dari beberapa komposisi seperti kaldu ayam dengan bumbui dengan kecap. Ini adalah satu jenis ramen yang paling umum di Jepang.

Dalam bahasa Jepang, shoyu artinya kecap dan ini adalah jenis rasa ramen tertua berikutnya. Alih-alih garam, saus dari fermentasi kacang kedelai jadi komponen penting untuk membuat kaldu menjadi asin.

Saus ini tidak sama dengan kecap biasa, melainkan saus racikan khusus dengan bahan tambahan yang muncul dari gagasan resep rahasia. Misalnya seafood kering, jamur kering, dan rempah-rempah.

Kaldu untuk shoyu ramen adalah satu-satunya jenis kuah ramen yang cenderung tidak mengandung daging babi. Kuah shoyu juga biasanya bening, tetapi berwarna gelap dan lebih manis dari kuah shio ramen.

3. Miso Ramen (Ramen Pasta Kacang)

miso

Sumber: id.theasianparent.com

Belakangan ini, pasta miso juga berfungsi untuk memberikan rasa gurih pada kaldu ramen. Jika miso dan kuah beradu, maka akan langsung terlihat karena supnya akan berubah menjadi lebih buram.

Baca Juga:  7 Ide dan Tips Bisnis Kuliner Ramadan Sukses Meraup Keuntungan

Sup ramen rasa shio atau shoyu hanya menonjolkan rasa kaldu, sementara miso ramen meninggalkan rasa yang lebih kompleks di mulut karena juga memiliki cita rasa yang kuat. Jenis ramen yang satu ini sangat terkenal di Jepang, tepatnya di wilayah Hokkaido sejak tahun 1960-an.

Makanan khas Hokkaido ini tersaji dengan kaldu yang menggabungkan miso dalam jumlah yang pas, lengkap dengan tambahan topping ayam, ikan, dan kaldu tonkotsu. Kaldu inilah yang membuat rasa kuahnya kaya, kental, pedas dengan sedikit rasa manis.

Topping populer pada jenis ramen ini di antaranya mentega dan jagung lengkap dengan daun bawang, bawang bombay, tauge, daging cincang, kubis, biji wijen, lada putih, dan bawang putih cincang. Masyarakat Jepang juga kerap menyebutnya dengan istilah Sapporo Ramen.

Ini adalah salah satu gaya ramen yang paling ikonik dan sekarang kamu tahu alasannya. Ramen ini punya rasa yang lezat dan kaya. Itu karena butuh keterampilan khusus dalam meracik dan memasaknya. Terutama untuk penduduk Hokkaido yang setiap tahun mengalami musim dingin yang cukup ekstrim dan bersalju.

Sementara rasa kaya dan asin yang datang dari pasta miso, mentega, dan seafood musiman, memberikan kekhasan tersendiri. Apalagi lengkap dengan tumpukan jagung manis yang melimpah di atas ramen menawarkan keseimbangan yang lebih baik.

4. Tonkotsu Ramen (Jenis Kuah Ramen dari Tulang Babi)

tonkotsu ramen

Sumber: mizkanchef.com 

Dalam bahasa Jepang, ton berarti babi, sedangkan kotsu berarti tulang. Ramen jenis ini tersedia dalam kaldu babi premium yang berlemak. Tonkotsu ramen dikenal juga dengan sebutan hakata ramen. Salah satu rasa ramen paling umami, yaitu tonkotsu, diketahui lahir di Prefektur Fukuoka di pulau Kyushu.

Ramen ini akhirnya tersebar ke seluruh Jepang, setiap prefektur dan bahkan kota tertentu yang kemudian menciptakan gaya mereka sendiri. Tonkotsu adalah ramen kental, teksturnya lembut, dan kompleks. Bahan utamanya terbuat dari tulang babi yang direbus.

Tulang babi yang telah pecah akan melepaskan kolagen saat proses perebusan, sehingga menghasilkan kuah yang sangat kental. Tak tanggung-tanggung, proses perebusan tulang babi bisa memakan waktu selama 12 hingga 15 jam lamanya.

Ada juga yang menciptakan beberapa kombinasi dengan menambahkan shio sehingga menjadi shio-tonkotsu serta shoyu-tonkotsu yang merupakan kombinasi dari kuah shoyu dan tonkotsu.

Kuah tonkotsu memiliki warna putih susu dengan rasa yang sangat kaya. Jenis ramen ini sering tersaji dengan mi tipis, keras, dan topping minimalis. Pasalnya, toko yang menciptakan ramen ini biasanya merupakan stand tanpa kursi, mereka menjual dan menyajikan ramen ini dengan proses memasak serta pelayanan yang cepat.

5. Tsukemen Ramen

tsukemen ramen jenis ramen terenak

Sumber: japanesestation.com

Tsukemen adalah hidangan ramen yang mirip dengan zaru soba. Mie dibilas dan ditumpuk ke dalam saringan atau mangkuk di samping semangkuk sup kental. Sup ini bisa disajikan panas atau dingin. Cara menikmati ramen ini agak berbeda dengan jenis ramen yang lain.

Pertama kamu suap mie ramen dengan sumpit, kemudian celupkan ke dalam sup atau kuahnya.

Ada berbagai macam sup tsukemen, masing-masing dengan penekanan khusus: keasaman, rasa manis, rasa seafood yang kaya, dan banyak lagi. Mie tsukemen kental dan cenderung disajikan dalam porsi yang lebih besar daripada ramen biasa.

Kamu juga bisa meminta “sup wari”, yaitu air panas untuk mengencerkan sisa sup untuk kemudian kamu minum secara langsung.

Baca Juga:  8 Makanan Khas Kalimantan yang Wajib Kamu Coba

Makan hidangan ini cukup unik karena mie dan kuah tersaji dalam mangkuk terpisah, mi kemudian dicelupkan ke dalam kuah sebelum disantap. Biasanya sup cukup asin sehingga tidak disarankan untuk menyeruputnya seperti ramen biasa. Kamu pun bisa request mau yang versi panas atau dingin.

Ini adalah jenis ramen di mana mie kering dihidangkan di piring. Sedangkan kaldu dipekatkan menjadi sup kental dan disajikan secara terpisah. Itulah sebabnya tsukemen ramen juga sering disebut sebagai dipping ramen

Tidak ada rasa tradisional pada supnya, dan ini hanya tergantung pada sup apa yang menjadi spesialisasi toko ramen. Ada dua alasan mengapa orang-orang tertentu lebih menyukai tsukemen

Pertama rasanya cukup kuat (tapi tidak lebih asin) daripada dengan ramen biasa. Kedua, mienya agak hangat dan tidak panas saat kamu menyantapnya, jadi kamu bisa lebih cepat menikmatinya.

6. Champon Ramen

champon

Sumber: tasteatlas.com

Champon adalah makanan khas Nagasaki yang diciptakan oleh seorang juru masak Cina pada zaman Meiji yang setara dengan makanan cepat saji yang terjangkau. Terutama bagi para pelajar Cina yang sedang belajar di sana. Ini adalah yang paling Chinois dari semua ramen.

Kini champon ramen tersaji di setiap restoran di Pecinan Nagasaki. Champon adalah satu-satunya ramen dari Kyushu yang tidak menggunakan sup tonkotsu

Tidak seperti ramen lainnya, Ramen ini menggunakan mie spesial yang dimasak bersamaan dengan kuahnya. Ramen ini biasanya tersedia lengkap dengan campuran tumisan daging babi, seafood, dan kubis.

Jika dilihat sekilas dari tampilan maupun namanya, mirip dengan makanan jjampong asal Korea, bukan? Ini karena dalam champon ramen terdapat akar Cina yang mirip dengan jjampong.

7. Kurume Ramen

kurume ramen

Sumber: tenjinsite.jp

Kurume ramen merupakan ramen khas di sekitar Kota Kurume, Fukuoka, Jepang. Dalam satu hidangan kurume ramen, kamu dapat merasakan nikmatnya sup tonkotsu putih keruh dan mie lurus yang tipis.

Metodenya cukup unik yaitu perebusan lama untuk mengeluarkan rasa penuh dari tulang babi, sampai ke sumsumnya. Bahkan terdapat pula tambahan tulang babi bubuk yang ada di dasar mangkuk yang menjadikannya lebih oishi. Rasa ini sekaligus menjadi ciri khas dari ramen Kurume.

Banyak masyarakat Jepang yang menyebut jenis ramen ini merupakan sepupu dekat dari hakata ramen. Hal ini karena kurume ramen merupakan cara asli kuah tonkotsu dibuat sebelum dimodernisasi menjadi gaya hakata.

Rasa kuahnya mirip tetapi lebih kaya rasa babi (dari tambahan kepala babi, trotter, dan lain-lain) ke dalam kaldu. Mie dari varietas ini tersedia lengkap dengan potongan lemak babi goreng dan rumput laut kering.

8. Tokyo Ramen (Jenis Ramen Khas Tokyo)

tokyo ramen jenis ramen khas

Sumber: japantrips.co

Sesuai dengan namanya, jenis ramen yang satu ini merupakan ramen khas dari kota Tokyo, Jepang. Ramen Tokyo adalah ramen dengan rasa shoyu (kecap) yang khas. Awalnya, banyak kedai ramen yang awalnya menyajikan soba dalam sup dashi.

Namun, ketika penggunaan shoyu diperkenalkan, praktik penggunaan dashi tetap dipertahankan. Kemudian, kaldu ayam dan shoyu dicampur dengan dashi untuk menghasilkan Ramen ala Tokyo yang unik.

Tokyo Ramen biasanya disajikan dengan chashu (lemak daging babi yang perut yang direbus), kamaboko (olahan daging ikan), dan potongan telur rebus. Rasanya makin mantap dengan taburan daun bawang cincang dan rebung yang diawetkan di atasnya.

Rasa seafood dan ayamnya yang ringan memberi kesan pertama bahwa ramen Tokyo merupakan hidangan yang sederhana. Sangat cocok untuk kamu yang baru mencoba ramen dan perlu penyesuaian saat mencicipi makanan baru.

Baca Juga:  Mengenal Mie Kocok yang Menjadi Khas di Indonesia

9. Tantanmen Ramen

tantanmen

Sumber: cookingwithdog.com

Tantanmen adalah ramen yang berasal dari resep dari keturunan Tionghoa Sichuan. Melihat tampilannya yang berwarna oranye-kemerahan memberi kesan bahwa ramen ini memiliki rasa yang pedas.

Namun, rasanya tidak lebih pedas daripada ramen Cina. Ramen ini biasanya hadir dengan daging babi cincang, daun bawang cincang dan cabai. Karakteristik penting lainnya dari tantanmen terletak pada penggunaan minyak wijen serta taburan biji wijen panggang di atasnya untuk menambah sedikit sensasi pedas.

10. Tokushima Ramen

tokushima ramen

Sumber: japan-brand.jnto.go.jp 

Ramen Tokushima biasanya disajikan dengan tiga jenis sup. Ada sup tonkotsu berwarna teh dengan kecap hitam dan sup ayam dan madu yang bening dengan kecap ringan dan kecap kuning. Selain itu, ada juga sup tonkotsu putih keruh dengan kecap ringan dan kecap amber, mirip dengan ramen tonkotsu standar.

Ini adalah jenis ramen yang paling populer di Pulau Shikoku, yakni pulau terkecil dari empat pulau utama di Jepang. Ramen ini tersedia dengan tambahan telur mentah sebagai pelengkap.

Keistimewaan lainnya dari ramen takushima adalah penyajiannya yang menggunakan baraniku, sejenis iga babi yang direbus. Terdapat pula sub-variasi dari ramen tokushima, yaitu ramen wakayama. Ramen ini sangat terkenal di pulau utama Honshu, tepatnya di seberang laut pedalaman dari Tokushima.

11. Curry Ramen

mi kari

Sumber: justonecookbook

Seperti namanya, ramen ini tersaji bersama kari sehingga biasanya muncul dalam kuah kental dengan tampilan berwarna kuning hingga oranye. Pada dasarnya, ramen kare ini dihidangkan di atas sup kari yang terbuat dari tulang babi dan sayuran, kemudian, dibumbui dengan kari.

Terdapat juga pilihan topping yang melengkapinya, seperti chashu, wakame (rumput laut khas Jepang), dan tauge.

12. Cold Ramen (Hiyashi Chuuka)

cold ramen

Sumber: okonomikitchen.com 

Hiyashi chuuka secara harfiah berarti “masakan Cina dingin.” Hidangan ini pertama kali ada sekitar tahun 1930-an. Ramen ini merupakan salah satu santapan eksklusif untuk musim panas bagi masyarakat Jepang.

Hiyashi chuuka umumnya tersaji dingin, dengan atau tanpa sup. Yang membuatnya makin spesial adalah kondimen buah jeruk seperti jeruk nipis, lemon, atau yuzu untuk menambah rasa segar. Makan ramen dingin dinilai dapat menyegarkan pikiran dari tingginya temperatur saat tiba musim panas di Jepang.

Keunikan lain dari ramen ini juga terletak pada supnya yang lebih sedikit daripada jenis ramen lainnya. Hiyashi chuuka tergolong makanan yang ringan bagi orang Jepang. Rasanya lebih manis sehingga lebih cocok untuk kamu nikmati saat musim panas.

Jenis kuah ramen yang dingin dari hidangan ini biasanya terdiri dari minyak wijen, kecap dan berbagai kadar gula, cuka, dan raiyu (minyak pedas). Untuk toppingnya ada irisan mentimun, tauge, ham, telur dadar dan benishouga (jahe merah). Tetapi beberapa toko mungkin melakukan penyesuaian tertentu untuk keperluan branding.

Tertarikkah Kamu untuk Mencoba Variasi Jenis Ramen di Atas?

Nah, itu tadi beberapa jenis ramen yang sangat populer dan memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta ramen. Makanan khas Jepang yang satu ini memang terkenal akan keunikannya, baik itu dari rasa, style, maupun cara memesannya di setiap restoran.

Dari daftar rekomendasi ramen di atas, apakah kamu tertarik untuk mencoba salah satunya? Atau adakah ramen di daftar ini yang belum pernah kamu coba? Kini memesan ramen jadi lebih gampang dan cepat, karena bisa secara online via Gofood maupun Grabfood dengan kata kunci ramen.

Dapatkan berbagai tips maupun informasi seputar bisnis makanan maupun minuman untuk mengembangkan bisnis kulinermu hanya di fnbpreneur.id.