Cari Tahu Teknik Menggoreng yang Berguna untuk Bisnis Kuliner!

5 min read

teknik menggoreng

Tidak hanya memperhatikan resep dan bumbu, memasak dengan cara yang tepat juga dapat membuat menu masakan kamu terasa lezat.

Salah satu hal yang wajib kamu kuasai adalah teknik menggoreng.

Kamu tidak bisa menggunakan cara sembarangan, sebab akan berdampak pada hasil makananmu.

Oleh karena itu, inilah teknik menggoreng yang wajib kamu kuasai untuk memasak!

Teknik Menggoreng untuk Hasil Masakan Memuaskan 

Teknik menggoreng adalah salah satu cara memasak yang paling banyak peminatnya lantaran rasanya yang enak dan renyah,

Nah, untuk bisa menghasilkan gorengan sempurna, ada beberapa trik yang harus kamu kuasai.

1.Sautéing

Sautéing merupakan salah satu teknik menggoreng yang namnya berasal dari Perancis.

Teknik ini bisa kamu gunakan saat akan membuat tumisan, entah itu oseng tempe atau tumis tauge.

Menumis menjadi cara menggoreng favorit karena bisa menghasilkan aroma masakan yang khas dan kuat tanpa harus menggunakan banyak minyak.

Cukup tuang minyak goreng 2 sampai 4 sendok makan.

Namun, jika kamu hendak menumis bumbu halus, kamu perlu menambah takaran minyak goreng jika ada bumbu agar tidak cepat gosong. 

Gunakan suhu panas yang tinggi, karena menumis hanya membutuhkan waktu sebentar agar masakan kamu bisa matang.

Teknik menggoreng saute ini cocok sekali untuk menu sayuran yang masaknya membutuhkan waktu sebentar. Ini bisa menjaga gizi yang ada dalam makanan karena durasi masaknya yang tidak lama.

Tidak hanya memasak sayuran, teknik ini juga bisa kamu gunakan untuk memasak ayam, daging sapi atau kambing, ikan, dan lain sebagainya.

Nah, untuk mendapatkan hasil maksimal, kamu juga perlu memperhatikan alat masak yang kamu gunakan. Pilih wajan bentuk wok yang memiliki kedalaman 5 hingga 7 sentimeter dan berdinding tinggi. Ini berfungsi agar masakanmu tidak tercecer kemana-mana

Serta, pilih juga wajan yang berbahan anti lengket. Jangan lupa oseng terus makanan yang kamu tumis agar matang merata dan tidak gosong. Perhatikan besar api yang kamu gunakan agar kematangannya bisa sempurna.

2. Stir Frying

Mungkin terdengar hampir sama dengan teknik menggoreng sebelumnya, tapi ternyata stir frying mempunyai perbedaan dengan menumis. 

Jika menumis sebelumnya menggunakan sedikit sekali minyak, memasak  menggunakan teknik stir frying membutuhkan minyak sedikit lebih banyak dari menumis sebelumnya. 

Cara menggoreng stir frying cocok untuk memasak masakan China (chinese food), capcay atau masakan seafood seperti cumi asam manis, kepiting, dan lain sebagainya. 

Baca Juga:  Contoh Label Produk Minuman yang Menarik, Kamu Harus Tahu!

Kamu bisa memahami cara bekerja teknik stir frying dari namanya, yaitu menumis dan mengaduk.

Oleh karena itu, ketika kamu menggunakan teknik ini, jangan lupa terus mengaduk makanan hingga matang dan tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk memasaknya. 

3. Pan Frying

Teknik menggoreng pan frying yang menggunakan wajan tentu mempunyai perbedaan dengan teknik menumis sebelumnya.

Biasanya, teknik ini sering kamu gunakan saat sedang menggoreng fillet ikan, beef, omelet, pancakes, atau bahan makanan lain.

Menggoreng makanan menggunakan teknik ini harus menggunakan minyak sebagai pelumas agar tidak lengket.

Tuang minyak secukupnya sekitar 3 sampai 5 sendok makan pada panci penggorengan yang sudah panas, lalu bahan masakan yang siap dimasak. 

Banyak atau tidaknya minyak dalam teknik ini bisa kamu sesuaikan dengan bahan masakan yang akan kamu masak. Kalau kamu ingin menggoreng telur misalnya, tidak perlu menuangkan minyak terlalu banyak karena fungsi minyak hanya sebagai pelumas .

Begitu juga jika kamu menggoreng fillet ikan, tidak perlu banyak menuangkan minyak. Cukup tuang sedikit minyak goreng, setidaknya agar ikan yang kamu masak bisa matang dan tidak lengket.

Selain itu, yang perlu kamu perhatikan saat menggunakan teknik ini adalah pemilihan wajan atau alat masaknya. Teknik ini mempunyai alat masak sendiri, yaitu teflon. 

Teflon adalah alat masak yang berupa wajan berbentuk datar dengan sedikit cekungan sedalam 3 hingga 4 cm pada tepinya. Teflon sangat cocok untuk teknik pan frying ini karena biasanya terbuat dari besi dengan lapisan anti lengket. 

Wajan yang berbahan anti lengket bisa membuat masakanmu tidak lengket dan teksturnya tidak rusak. Pastikan kamu memilih ukuran wajan yang sesuai agar masakanmu bisa matang merata, sempurna, dan tidak berceceran. 

Kamu juga perlu untuk memastikan suhu penggorengan yang sesuai. Biasanya untuk teknik ini, suhunya 110-130 derajat Celcius. Waktu matangnya pun tergantung ketebalan bahan makanan. Semakin tebal makanan yang kamu masak maka semakin lama matangnya. 

Sebelum menggoreng, ada baiknya tunggu dulu sampai minyak benar-benar panas. Ini bertujuan agar makanan yang kamu masak tidak mudah lengket dan memberikan warna kecoklatan yang pas pada bagian atas makanan. 

4. Shallow Frying 

Berbeda lagi dengan ketiga teknik menggoreng sebelumnya, cara ini menggunakan minyak yang cukup banyak namun tidak sampai membuat bahan makananmu tenggelam alias dangkal.

Itu sebabnya teknik ini bernama shallow frying.

Banyaknya minyak yang bisa kamu gunakan biasanya setengah atau sepertiga dari tinggi makananmu. Kamu bisa menggunakan teknik ini saat menggoreng gorengan tempe, tahu, telur, ikan goreng, pisang goreng, dan makanan kecil yang lain.

Saat memasak, kamu bisa membolak-balikkan makanan hingga matang merata. Pastikan wajan yang kamu gunakan juga mempunyai bahan anti lengket sehingga memudahkan kamu untuk membalik makanan. 

Baca Juga:  Teks Prosedur Membuat Makanan: Penjelasan, Cara Membuat, dan Contoh

Penggunaan minyak goreng pada teknik ini biasanya digunakan sekali saja. Apalagi ketika kamu habis menggoreng makanan yang mempunyai aroma menyengat seperti ikan asin, terasi, atau bahan makanan yang lainnya. Ini bisa memengaruhi cita rasa dan aroma hasil masakanmu jika tidak mengganti minyaknya. 

5. Deep Frying

Berlawanan dengan teknik menggoreng sebelumnya, kali ini kita akan menggunakan minyak yang lebih banyak.

Deep frying atau teknik menggoreng menggunakan banyak minyak sampai membuat makananmu terendam. Cara ini cocok untuk memasak makanan seperti ayam tepung, kentang goreng, corndog, atau yang lainnya.

Teknik menggoreng ini berguna agar masakan matang dengan sempurna dan terasa renyah. Misalnya, kalau menggoreng ayam tepung memakai jumlah minyak sedikit, maka makanannya tidak akan matang secara sempurna dan hasilnya pun tidak renyah seperti harapan kamu.

Memang, terkadang orang merasa enggan untuk menggoreng makanan menggunakan minyak banyak. Alasannya tak lain karena terlihat boros dan buang-buang minyak. Namun, kamu bisa mengatasinya dengan memakai panci atau wajan yang tidak terlalu besar. 

Wajan kecil bisa membuat makananmu terendam sempurna dalam minyak meski kamu menuangkan minyak tidak terlalu banyak. 

Kamu juga bisa menggunakan alat deep fryer untuk memudahkan proses memasak. Alat ini didesain khusus untuk melakukan deep frying sebab minyak bisa tertampung sempurna dan panasnya terjaga. 

Hal penting lainnya yang harus kamu tahu tentang teknik menggoreng deep frying ini adalah terkait penggunaan minyak goreng lama dan aspek ketebalan tepung. Terutama bila ingin membuat sajian fried chicken.

Perlu untuk rutin mengganti minyak goreng yang sudah tidak layak pakai atau sudah berubah warna hitam supaya menjaga kesehatan kamu, menjaga tampilan, serta cita rasa makanan. Penggantian minyak goreng ini sebaiknya tidak lebih dari tiga kali pemakaian.

Ketebalan tepung misalnya untuk membuat ayam goreng juga perlu kamu perhatikan. Tepung yang terlalu tebal bisa menyebabkan kulit ayam menyerap minyak lebih. Ukuran tebal tepung ini maksimal dua milimeter atau dua kali pembaluran.

Ini membuat kulit ayam yang kamu masak akan terasa lebih crispy dan tidak berminyak. Setelah itu, jangan lupa setelah selesai menggoreng kamu perlu meniriskan makanan agar kadar minyaknya berkurang.

Selain Minyak, Ini Bahan yang Membantu Teknik Menggoreng Jadi Sempurna

Jika kamu ingin menggoreng sesuatu tanpa menggunakan minyak goreng biasa, kamu bisa menggantinya dengan opsi berikut ini.

1. Mentega

Mentega menjadi bahan alternatif pengganti minyak yang banyak orang suka. Pengganti minyak goreng ini terbuat dari lemak hewani sehingga menghasilkan aroma yang khas dan wangi serta menciptakan rasa yang gurih membuat masakan semakin nikmat. 

Kamu bisa menggunakan mentega ketika akan menumis sesuatu atau menggoreng makanan yang memang hanya perlu sedikit minyak. Contohnya seperti telur, sosis, omelet, atau frozen food yang lain.

Baca Juga:  Bagaimana Cara agar Daging Sapi Cepat Empuk? Ini Rahasianya!

2. Margarin

Margarin adalah salah satu bahan pengganti minyak yang bisa menghasilkan rasa nikmat pada masakan. Substitusi minyak goreng ini terbuat dari minyak tumbuhan dan mempunyai warna pucat. Tidak seperti mentega yang warnanya cenderung terang dan kuat.

Kamu juga bisa menggunakan margarin untuk menumis. Hasil masakanmu akan terasa lebih nikmat dan aromanya wangi.

3. Minyak Zaitun

Minyak zaitun bisa juga untuk menumis masakan. Menumis menggunakan minyak zaitun sangat cocok untuk kamu yang sedang menjalani diet sehat atau manyantap makanan yang hanya perlu minyak sedikit. 

Menumis memakai minyak zaitun sangat perlu memperhatikan suhunya. Ini supaya kandungan dalam minyak zaitun tidak rusak dan lebih aman untuk kamu konsumsi.

4. Minyak Canola

Minyak canola terbuat dari bubuk biji tumbuhan Canola. Jenis minyak ini hanya baik untuk teknik menggoreng seperti menumis (pan frying) dan memanggang. Minyak canola sangat tidak baik untuk teknik deep frying, sebab titik panasnya hanya mencapai 204 derajat celcius.

5. Minyak Kelapa Murni

Kelapa murni sangat recomended untuk kamu yang ingin menurunkan lemak kolesterol dan sebagai pengganti minyak. Minyak kelapa hanya boleh untuk menumis masakan ataupun menggoreng yang tidak memerlukan banyak minyak. Sebab, titik panas pada minyak kelapa ini terbilang tinggi yakni 232 derajat celcius.

6. Minyak Buah Alpukat

Minyak buah alpukat terbuat dari ekstrak alpukat yang cocok sebagai pengganti minyak goreng. Kamu bisa menggunakan minyak alpukat untuk segala teknik menggoreng, entah itu menumis, deep frying, atau teknik yang lain.

Minyak ini sangat bermanfaat untuk tubuhmu agar terhindar dari kanker dan penyakit jantung. Jadi, kamu bisa menggunakan minyak ini karena banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan.

7. Minyak Kulit Ayam

Minyak kulit ayam terbuat dari kulit ayam yang dimasak. Cairan minyak hasil memasak kulit ayam itu bisa kamu gunakan sebagai pengganti minyak goreng. Cita rasa masakanmu akan jadi lebih gurih karena minyak ini terbuat dari unsur hewani. 

Apakah Sudah Memahami Teknik Menggoreng yang Tepat?

Itulah beberapa teknik menggoreng yang bisa kamu gunakan pada bisnis kulinermu.

Memahami teknik menggoreng yang tepat akan menentukan kualitas dan cita rasa masakan agar terasa nikmat dan aromanya menggoda.

Masakan yang nikmat dan menggoda secara tak langsung akan membuat bisnis kulinermu banyak peminatnya dan memberikan keuntungan yang besar.

Selain tekniknya, perhatikan juga alat penggorengan, jenis minyak dan besar api supaya masakanmu tidak berantakan dan matang merata. 

Selamat mencoba!


Temukan inspirasi lainnya seputar tips, resep dan bisnis makanan hanya di fnbpreneur.id