6 Tips Sebelum Membuka Cabang Usaha Kuliner

4 min read

tips sebelum membuka cabang

Apa yang biasanya pengusaha kuliner lakukan jika bisnisnya sudah mendulang untung banyak? Umumnya tak akan jauh-jauh dari rencana ekspansi bisnis atau membuka cabang baru di wilayah usaha lain. Namun, perlu diketahui bahwa sebelum membuka cabang usaha kuliner baru, banyak hal yang perlu kamu persiapkan agar rencanamu tak gagal di tengah jalan. Lantas bentuk persiapan seperti apa yang harus pengusaha kuliner terapkan?

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuka Cabang Usaha Baru

Memiliki banyak cabang usaha kuliner di berbagai tempat memang menjadi hal yang sangat menggembirakan dan sering diimpikan oleh setiap pelaku usaha. Pengusaha tersebut akan meraup lebih banyak keuntungan dibandingkan saat mereka masih memiliki satu cabang usaha saja.

Namun perlu kamu ketahui bahwa semakin banyak cabang usaha yang dimiliki, akan semakin banyak pula tantangan usaha yang akan mereka hadapi. 

Maka dari itu, kamu perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut sebelum membuka cabang usaha kuliner. Adapun beberapa hal tersebut antara lain:

1. Pastikan Operasional Toko Pertama Sudah Terkendalikan dengan Baik

pastikan operasional pertama sudah berjalan baik

Sebelum memutuskan untuk membuka cabang usaha baru, pastikan dulu bahwa toko usaha pertama sudah berjalan dengan lancar dan stabil. 

Apabila toko pertama kamu sering menghadapi berbagai kendala dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, sebaiknya fokuskan perhatian utama kamu untuk memperbaiki segala aspek usaha yang perlu diperbaiki.

Hal ini bertujuan agar pikiranmu lebih terkendali dan tidak terbagi-bagi. Membuka cabang usaha baru hampir sama repotnya dengan proses membuka toko usaha pertama.

Sebelum membuka cabang, kamu akan membutuhkan banyak tenaga dan pikiran yang harus disalurkan agar rencana ekspansi usaha kulinermu dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kamu juga harus bisa menjamin bahwa cabang usaha baru tersebut dapat beroperasi dengan baik tanpa keterlibatan pemiliknya.

Baca Juga:  15 Tips Memilih Lokasi untuk Bisnis Kuliner yang Tepat

Ketika kamu merasa toko pertamamu belum mampu beroperasi dengan lancar dan masih perlu banyak perbaikan, alangkah baiknya kamu perlu menunggu waktu yang tepat sampai semuanya sudah bisa terkendalikan.

Usahakan untuk tidak memaksakan kehendak karena segala hal yang dipaksakan akan berakhir tidak maksimal. 

Sebelum membuka cabang usaha kuliner baru, rencanakan proses pembukaannya secara matang, jelas, dan sempurna. Tetapkan pula beberapa back-up plans untuk mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi selama satu sampai dua tahun kedepan.

Kamu juga perlu menganalisis performa bisnis kuliner secara berkala agar bisa mengidentifikasi dan memperbaiki kinerja bisnis sesegera mungkin.

2. Mempersiapkan Modal dan Rencana Keuangan dengan Matang

siapkan modal sebelum membuka cabang

Setelah toko pertama sudah dapat terkendalikan, kamu perlu memikirkan persiapan modal usaha yang cukup untuk membuka cabang bisnis kuliner baru. 

Jika sekiranya kamu belum mampu menyediakan modal yang cukup atau belum memiliki perencanaan alokasi modal dengan matang, kamu bisa fokus pada pertumbuhan toko pertamamu terlebih dahulu sembari menunggu modalnya siap.

Sebelum membuka cabang bisnis kuliner baru, pastikan juga darimana asal kucuran modal usaha tersebut, apakah dari dana pribadi, pinjaman, atau investor. 

Dengan begitu, kamu akan paham bagaimana cara menggunakan dana modal tersebut dengan bijak. Usahakan masalah penyediaan modal tersebut tidak mengganggu keberlangsungan toko utama kamu.

Selain modal, kamu juga perlu mempersiapkan rencana keuangan lain untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian usaha saat masa-masa awal pembukaan cabang bisnis.

Misalnya, saat masa-masa awal pembukaan cabang bisnis baru, toko tersebut masih belum mampu mencapai target usaha yang telah direncanakan. Hal ini tentu akan berujung pada minimnya pendapatan dan laba bisnis kuliner.

Belum lagi, kamu tetap harus membayar berbagai macam tagihan demi mempertahankan kelangsungan bisnis tersebut. 

Logikanya, jika pendapatan usahanya saja masih minim, bagaimana caranya pelaku usaha tersebut dapat membayar tagihan-tagihan lainnya seperti sewa toko, biaya bahan baku, gaji karyawan, dan masih banyak lagi.

Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, kamu dapat mempersiapkan rencana keuangan lain secara matang setidaknya untuk satu tahun kedepan. Jadi sebelum membuka cabang usaha baru, kamu perlu mempersiapkan modal yang cukup serta perencanaan keuangan dengan terperinci.

Baca Juga:  20 Franchise Makanan Terlaris yang Ada di Indonesia

3. Menganalisis dan Memilih Lokasi Usaha Baru yang Strategis

sebelum membuka cabang perlu analisis lokasi

Lokasi usaha memiliki peran besar dalam menentukan kesuksesan sebuah usaha kuliner. Maka dari itu, kamu perlu melakukan analisa dan pemilihan lokasi usaha strategis, memiliki akses yang mudah, serta ramai dilalui oleh orang banyak.

Beberapa contoh lokasi usaha yang strategis yakni area perkantoran, kampus, area sekolah, lokasi wisata, dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, kamu juga perlu mempertimbangkan aspek keamanan lokasi dari potensi tindak kejahatan maupun bencana alam.

Langkah tersebut menjadi sebuah keharusan yang wajib pelaku usaha lakukan sebelum membuka cabang bisnis kuliner baru. Dengan demikian, toko baru kamu dapat menjangkau banyak konsumen secara strategis dan bisa menghasilkan keuntungan yang melimpah. 

Aspek keamanan lokasi juga dapat menjadi upaya preventif untuk menghindari potensi kerugian-kerugian yang berkemungkinan untuk terjadi. Intinya, carilah lokasi-lokasi yang memiliki prospek masa depan dan hindari kebiasaan memilih tempat usaha hanya karena nilai estetika semata.

Baca Juga: 10 Fasilitas Cafe yang Harus Anda untuk Menarik Pelanggan

4. Melakukan Riset Pasar dan Kompetitor Usaha

riset pasar dan kompetitor

Setelah menganalisa lokasi usaha, tak lupa kamu juga perlu mengamati siapa saja pesaing bisnis yang baru yang ada di sekitaran lokasi tersebut. Lakukan pula riset kompetitor potensial agar bisnismu tak kalah saing dengan bisnis serupa lainnya.

Mengapa riset kompetitor perlu dilakukan sebelum membuka cabang usaha baru? Untuk menentukan upaya antisipasi lanjutan karena bisa saja lokasi usaha baru tersebut memiliki banyak kompetitor veteran andalan penduduk-penduduk setempat. 

Melalui riset kompetitor, kamu dapat menetapkan rencana-rencana bisnis yang strategis agar keberlangsungan usaha kuliner barumu dapat bertahan dalam waktu lama.

Sembari melakukan riset kompetitor, kamu juga dapat meneliti karakter konsumen bisnis setempat sebagai referensi pribadimu. Ibarat sekali mendayung, dua pulau terlampaui.

Sebelum membuka cabang usaha kuliner baru, terapkan pula beberapa strategi pemasaran jitu untuk menarik konsumen-konsumen baru.

Contohnya, saat opening toko baru nanti kamu bisa memberikan penawaran spesial kepada beberapa pelanggan pertama seperti potongan harga, pemberian merchandise khusus, buy 1 get 1, dan promo-promo berjangka waktu lainnya.

Cara ini terbilang efektif untuk menarik konsumen baru sembari membangun brand awareness di lokasi usaha baru.

Baca Juga:  7 Inspirasi Desain Menu Makanan dan Minuman di Kafe

5. Mempersiapkan SDM yang Kompeten

mempersiapkan sdm yang kompeten

Bisnis itu ibarat benda berharga yang hanya bisa dipercayakan pada orang-orang berkompeten. Sebelum membuka cabang bisnis kuliner baru, pertimbangkan pula penyediaan SDM yang kompeten, tepat, dan amanah untuk mengelola toko baru tersebut.

Biasanya, pelaku usaha dapat memilih apakah akan menggunakan karyawan lama yang dipindah tugaskan atau merekrut karyawan baru potensial. 

Itulah sebabnya penetapan SDM pengelola cabang usaha baru ini perlu kamu pertimbangkan secara matang agar operasional bisnis tersebut dapat berjalan secara maksimal.

Misalnya, kamu dapat meng-hire seorang manajer untuk mengelola cabang usaha baru tersebut. Sebagai seorang owner, kamu dapat berbagi tugas dengan manajer baru untuk memantau kinerja dan progres usaha kuliner tersebut.

Kamu pun juga harus terlibat dalam keberlangsungan proses hiring dan memilih karyawan baru secara langsung. 

Setelah mendapatkan karyawan yang tepat, kamu juga perlu memberikan pelatihan secara menyeluruh agar tercipta standar pelayanan yang sama dengan cabang usaha sebelumnya.

6. Mampu Mengelola Keuangan Usaha dengan Teliti

mampu mengelola keuangan

Sebelum membuka cabang usaha baru nanti, kamu perlu memperhatikan aspek pengelolaan keuangan usaha karena ini adalah faktor yang sangat krusial. 

Pastikan bahwa aliran keuangan bisnis kulinermu dapat berjalan dengan lancar dan minim hambatan. Alokasikan pula pendapatan dan pengeluaran usaha secara cermat dan telah di strategikan dengan baik.

Perhatikan pula rencana penyediaan layanan pembayaran non-tunai untuk mempermudah transaksi digital para pelanggan. 

Hal penting lain yang perlu kamu pertimbangkan selanjutnya adalah tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah yang banyak demi mencegah risiko keamanan yang tak diinginkan.

Sudah Tahu Apa Saja Persiapan Sebelum membuka Cabang?

Itulah 6 hal yang perlu kamu perhatikan sebelum membuka cabang usaha kuliner baru. Membuka cabang bisnis baru memang bukan hal yang mudah. Demi kelancaran dan kesuksesan bisnis baru tersebut, jangan lupa pertimbangkan keenam hal di atas ya!

Apakah dalam waktu dekat ini kamu hendak melakukan ekspansi usaha ke wilayah lain? Sudah sejauh mana persiapan kamu sekarang? 

Dapatkan berbagai informasi hingga tips bisnis kuliner untuk membantu mengembangkan bisnis kulinermu hanya di fnbpreneur.id.